Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Dana Desa kurang transparan, warga Kampung Deta aksi di kantor BPMK Paniai
  • Senin, 16 Januari 2017 — 18:01
  • 2029x views

Dana Desa kurang transparan, warga Kampung Deta aksi di kantor BPMK Paniai

“Dana tahap pertama Rp. 200juta itu sudah diketahui oleh masyarakat. Artinya penggunaan dari dana itu sudah sesuai dengan kebutuhan di Kampung Deta. Artinya kami gunakan untuk peningkatan kampung seperti peningkatan jalan, pagar dan lainnya,” jelas dia.
Masyarakat Kampung Deta sesang aksi di halaman kantor BMPK Paniai, Senin, (16/1/2016) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Paniai, Jubi - Upaya pemerintah mendorong perekonomian di tingkat desa belum semulus yang dibayangkan. Ratusan juta yang digelontorkan setiap tahunnya, belum terlihat signifikan dalam pembangunan. Sebaliknya, penggunaan dana tersebut oleh kepala kampung di tingkat lapangan cenderung kurang transparan .

Hal serupa terjadi Kampung Deta, Distrik Aweida, Paniai. Kepala kampung hanya membeli dua buah tempat tampung air menggunakan dana desa (Dandes) tahap II tahun 2016 sebesar Rp.200 juta.

“Dana desa anggaran 2016/2017 digelapkan oleh kepala kampung, sekretaris kampung dan bendahara kampung. Mereka hanya beli dua buah bak air. Ini yang kami datang aksi di kantor BPMK Paniai untuk mempertanyakannya,” ujar kordinator aksi, Yusuf Kayame dalam orasinya di halaman kantor BPMK Paniai, Senin, (17/1/2017).  

Menurut Yusuf, warga sepakat untuk menggantikan kepala kampung tersebut sebab penggunaan dana tak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pemerintah dan masyarakat.  

“Kami mau kepala kampung segera ganti. Terus, dana desa juga harus buka-bukaan seperti biasanya. Ini kami marah betul,” katanya.

Sayangnya, kepala kampung tak hadir sesuai keinginan warga yang melakukan aksi demonstrasi. Namun menurut Yowas, bendahara kampung, penggunaan Dandes tahap pertama tidak ada masalah. Sebab, telah berjalan sesuai dengan draft yang disusun pihaknya bersama warga setempat.  

“Dana tahap pertama Rp. 200juta itu sudah diketahui oleh masyarakat. Artinya penggunaan dari dana itu sudah sesuai dengan kebutuhan di Kampung Deta. Artinya kami gunakan untuk peningkatan kampung seperti peningkatan jalan, pagar dan lainnya,” jelas dia.

Tetapi, lanjutnya, penggunaan Dandes tahap kedua langung ditangani oleh kepala kampung sehingga entah ke mana dana itu ia juga tidak tahu.  

“Kami tidak tahu dana tahap kedua ini. Karena saat pencairan pada 20 Desember 2016 langsung diambil alih oleh kepala kampung. Sehingga saya dan pak sekretaris kampung tidak tahu. Jadi, dua bak air ini juga dibelanjakan oleh kepala kampung sendiri,” terangnya di hadapan warga, pihak BPMK dan DPRD Paniai yang hadir saat itu.

Kepala BPMK Paniai, Abed Pekei, mengatakan hal itu terjadi lantaran kurang adanya transparan dari kepala kampung pada warga setempat.

“Untuk selesaikan masalah ini dalam tiga hari ke depan kami akan panggil kepala kampung tersebut. Lalu minta alasan mengapa tidak transparan. Di situlah kami juga memanggil masyarakat,” imbuhnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Intan Jaya non aktif: Keterlambatan beras ASN harus ada solusi

Selanjutnya

Sweeping aparat keamanan diduga makan korban, ribuan warga Dogiyai datangi Kantor DPRD

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe