PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Tujuh WNA Tiongkok ditangkap petugas imigrasi Merauke
  • Senin, 16 Januari 2017 — 18:05
  • 597x views

Tujuh WNA Tiongkok ditangkap petugas imigrasi Merauke

“Kami masih melakukan pemeriksaan dan belum diketahui aktivitas yang akan dilakukan selama di Merauke. Jika sudah ada hasilnya, baru disebarluaskan agar masyarakat juga mengetahui,” ujarnya.
WNA Tiongkok yang diamankan di Kantor Imigrasi Merauke - Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Merauke, Jubi - Petugas Imigrasi Kabupaten Merauke menangkap tujuh Warga Negara Asing (WNA) Tiongkok yang tinggal di satu rumah sewa di Kelurahan Seringgu. Ketujuh WNA itu yakni WYT, LHS, CK, KY, YMT, YFU dan JAO.

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, staf kami langsung bergerak menuju tempat tersebut dan benar ada tujuh WNA Tiongkok di sana,” kata Kepala Imigrasi Kabupaten Merauke, Wely Wiguna kepada Jubi diruang kerjanya Senin (16/1/2017).

Saat dilakukan pemeriksaan termasuk dokumen, ketujuh WNA itu ternyata sudah melebihi izin batas tinggal. Umumnya, sejak Agustus visa tinggalnya sudah selesai. Dengan dasar itu,  mereka langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Merauke guna dilakukan pemeriksaan.

“Kami masih melakukan pemeriksaan dan belum diketahui aktivitas yang akan dilakukan selama di Merauke. Jika sudah ada hasilnya, baru disebarluaskan agar masyarakat juga mengetahui,” ujarnya.

Ditambahkan, jika dilihat dari dokumen perjalanan yang dimiliki, ketujuh WNA itu akan dikenakan tindakan administrasi keimigrasian berupa pendeportasian ke negara asalnya.

Ditambahkan, oleh karena ketujuh WNA tak bisa berbahasa Indonesia, maka masih dikomunikasikan dengan salah seorang penerjemah yang akan mendampingi mereka. Sekaligus diambil keterangan dan dapat diketahui maksud dan tujuan tinggal di Merauke.

Staf Imigrasi Merauke, Asran Siregar menambahkan, ketujuh WNA telah diamankan dan kini sedang di kantor sambil menunggu untuk dilakukan proses pemeriksaan.

“Kami belum dapat memastikan kapan pemeriksaan selesai dilakukan, karena harus didampingi penerjemah. Hasilnya akan dipublikasikan termasuk sanksi yang akan diberikan,” tuturnya. (*)

Sebelumnya

34 raport murid SD YPPK st. Theresia Buti terbakar

Selanjutnya

Perbatasan RI-PNG, listrik telah menyala 24 jam di Sota

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua