PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Meepago
  3. Warisan leluhur, ternak babi harus dipertahankan
  • Selasa, 17 Januari 2017 — 20:49
  • 1479x views

Warisan leluhur, ternak babi harus dipertahankan

Dalam sosialisasi itu, Naok Degei selaku narasumber mengatakan upayakan babinisasi menggunakan delapan metode, yaitu metode secara fisik, kimiawi, mekanis, biologis kombinasi, sosial budaya, dan ekonomi.
Suasana sosialisasi di Gedung Serbaguna Uwaata Wogi Yogi Enarotali, Selasa, (17/1/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Zely Ariane

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Paniai, Jubi - Kabupaten Paniai merupakan satu daerah yang sumber hidupnya tergantung pada peternakan babi lokal. Masyarakat Paniai selalu dan saling tergantung pada ternak babi lokal ini.

Persoalannnya adalah sosial budaya, ekonomi dan agama. Sehingga ternak monogastrik ini sangat penting dibanding dengan ternak ruminasi serta unggas.

Untuk itu, perlu ada upaya pemulihan dan perkembangbiakan secara utuh dan mutu kualitas ternak secara menyeluruh di seluruh wilayah Paniai.

Atas dasar itu, Ikatan Mahasiswa Paniai (IMP) Kota Studi Manokwari melaksanakan Sosialisasi Upaya-upaya Babinisasi dan Pencegahan Cacing Gastrointestinal Pada Babi Lokal (Sus Papuansis) dengan tema ‘Mengangkat nilai-nilai sosial budaya dan ekonomi’.

Dalam sosialisasi itu, Naok Degei selaku narasumber mengatakan upayakan babinisasi menggunakan delapan metode, yaitu metode secara fisik, kimiawi, mekanis, biologis kombinasi, sosial budaya, dan ekonomi.  

“Upaya ini dimaksud agar pembinaan dan pengawasan bertujuan untuk memperoleh bibit babi lokal yang memenuhi persyaratan kualitas bibit dan genetika persyaratan kesehatan hewan,” ujar Noak Degei kepada Jubi usai sosialisasi di Gedung Serbaguna Uwaata Wogi Yogi, Enarotali, Selasa, (17/1/2017).

“Babinisasi atau hidupakan babi lokal adalah mengatur tentang sistem pelihara dan pembagian ternak seperti lokasi usaha, sistem perkandangan dan pengaturan pengelolaan pembibitan di pusat kesatuan babi lokal,” katanya lagi.  

Assisten II Setda Paniai, Amatus A. Tatogo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan para mahasiswa tersebut. Sebab, baginya hal itu merupakan suatu pelajaran bermanfaat bagi warga Paniai terutama peternak babi yang hadir saat itu.

“Kami apresiasi apa yang dilakukan mahasiswa ini. Kami mau mahasiswa harus sampaikan langkah-langkah pembibitan sampai pemeliharaan serta pencegahan secara detail kepada para peternak. Supaya peternak bisa maksimalkan obat-obat tradisional di kala bencana terhadap ternak babi,” kata Tatogo.

Menurutnya, ternak babi adalah warisan leluhur suku Mee yang menjadi tradisi dan mewajibkan masyarakat harus memeliharanya hingga panen. (*)

Sebelumnya

Sweeping aparat keamanan diduga makan korban, ribuan warga Dogiyai datangi Kantor DPRD

Selanjutnya

Sebagian besar kampung di Intan Jaya gunakan sistem noken

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua