Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Kejati Sulsel tetapkan lima tersangka baru korupsi bandara
  • Rabu, 18 Januari 2017 — 15:19
  • 1882x views

Kejati Sulsel tetapkan lima tersangka baru korupsi bandara

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menetapkan lima tersangka baru kasus korupsi perluasan lahan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin seluas 60 hektare yang merugikan negara Rp371 miliar dari total anggaran Rp520 miliar pada proyek 2013-2015.
Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar. –tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Makassar, Jubi – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menetapkan lima tersangka baru kasus korupsi perluasan lahan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin seluas 60 hektare yang merugikan negara Rp371 miliar dari total anggaran Rp520 miliar pada proyek 2013-2015.

"Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan atau Sprindik baru disetujui pak Kajati, ada lima orang baru yang telah ditetapkan sebagai tersangka," sebut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Salahuddin di Makassar, Rabu (18/1/2017).

Menurutnya sesuai dengan petunjuk Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Hidayatullah untuk pengembangan kasus korupsi perluasan lahan bandara dari sebelumnya empat orang kini bertambah lima orang dengan total tersangka sebanyak sembilan orang.

Kelima tersangka baru tersebut yakni berinisial AN berperan sebagai P2T, MD dan HZ perannya sebagai Satgas A yang melakukan identifikasi dan verifikasi yuridis. Kemudian HK dan HT berperan sebagai Satgas B untuk melakukan identifikasi dan verifikasi fisik lapangan. Para tersangka baru ini diketahui merupakan pegawai dan pimpinan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Sedangkan empat tersangka sudah menjalani proses hukum, lanjut Salahuddin, dua yakni Sitti Rabaniah dan Raba Nur saat ini sedang dalanm proses pelimpahan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar. Dua tersangka lainnya yakni Mahmud Usman dan Rasyid masih dalam proses perampungan berkas untuk diajukan ke Pengadilan Tipikor sebagai rangkaian dari penyelesaian kasus korupsi.

Sebelumnya, penyidik telah melakukan gelar perkara penyangkut tindak pidana korupsi pada Selasa (17/1) kemudian dikeluarkab Sprindik baru guna pengembangan kasus perluasan dalam hal pembebasan lahan warga sekitar.

"Saat ini tim penyidik telah membuat rencana kerja penanganan perkara ini. Dalam waktu dekat dilakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk pemeriksaan para tersangka sebagai bagian dari penyidikan," papar Salahuddin kepada wartawan. (*)

loading...

Sebelumnya

Sultra dorong warga tanam cabai di rumah

Selanjutnya

Bandara Kuabang Kao jadi alternatif bandara Sultan Babullah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe