Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Suku Kanak minta dukungan internasional ungkap penembakan William Decoire
  • Rabu, 18 Januari 2017 — 15:47
  • 727x views

Suku Kanak minta dukungan internasional ungkap penembakan William Decoire

Suku Kanak akan menggelar demonstrasi di luar gedung parlemen di Strasbourg pekan ini dalam rangka menarik perhatian dunia internasional agar ikut campur dalam penyelidikan peristiwa penembakan seorang anak muda di Kaledonia Baru.
Protes suku Kanak di Paris. –RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Noumea, Jubi – Suku Kanak akan menggelar demonstrasi di luar gedung parlemen di Strasbourg pekan ini dalam rangka menarik perhatian dunia internasional agar ikut campur dalam penyelidikan peristiwa penembakan seorang anak muda di Kaledonia Baru.

Oktober lalu, kepolisian Prancis menembak seorang tahanan yang lari dari ruang tahanan, William Decoire (23). Saat itu, William tidak membawa senjata. Ia ditembak secara kejam di dalam sebuah mobil di dekat kota Noumea.

Polisi menyebut bahwa William terlibat dalam 19 aksi kriminal dan menjadi buronan sejak Juni 2016. Peristiwa penembakan William memicu terjadinya kerusuhan berkepanjangan dan menelan korban lima orang polisi tewas tertembak dalam serangan balasan para pemuda rekan korban.

Kelima polisi ini ditembak seorang pria dalam baku senjata di St. Louis dekat kota Noumea. Saat itu, kepolisian tengah mensterilisasi kawasan Noumea dan Mont Dore setelah gelombang protes terus terjadi pascapenembakan William.

Pemrotes memblokade jalan dengan cara membakar ban dan mobil-mobil curian. Selain itu, untuk menghalangi jalanan, mereka memarkir kendaraan-kendaraan curian di tengah jalan.

Jaksa Penuntut Umum telah mengumumkan hasil penyelidikannya bulan ini dan menyatakan bahwa tindakan polisi yang menembak mati William itu dilakukan untuk membela diri. Sebab, saat itu William berusaha lari dari kejaran polisi.

Hasil penyelidikan Jaksa itu dibantah oleh ibu korban dan kelompok pembela hak asasi manusia suku Kanak. Mereka bahkan menggelar demonstrasi di Paris, pekan lalu.

Untuk melanjutkan perjuangannya, kelompok suku Kanak akan menggelar demonstrasi di luar gedung parlemen untuk meminta perhatian dunia internasional. Tema demonstrasi mereka melebar hingga ke isu kolonisasi dan pembunuhan oleh pasukan kolonial Prancis di Kaledonia Baru. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pasifik mohon Trump ubah pikiran tentang perubahan iklim

Selanjutnya

Tahiti tetapkan status darurat bencana

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6300x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3123x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2673x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2280x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe