Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Masyarakat adat sepakat Ketua DPRD Merauke harus orang Marind
  • Kamis, 19 Januari 2017 — 13:05
  • 922x views

Masyarakat adat sepakat Ketua DPRD Merauke harus orang Marind

“Jadi, sudah ada kesepakatan. Masyarakat adat tak menginginkan Fransiskus Sirfefa menjadi ketua dewan.Itu sudah bulat dan menjadi hasil akhir pembicaraan dalam pertemuan di Hotel Solair Indah kemarin,” ungkap Hendrikus Hengky Ndiken, salah seorang tokoh masyarakat Marind kepada Jubi Kamis (19/1/2017).
Aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat Marind di Kantor DPRD Merauke beberapa waktu lalu - Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Merauke, Jubi - Pertemuan antara masyarakat adat dari empat mata angin kembali melakukan pertemuan di Hotel Solair Indah, Merauke dan menyepakati Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, haruslah orang Marind.

“Jadi, sudah ada kesepakatan. Masyarakat adat tak menginginkan Fransiskus Sirfefa menjadi ketua dewan.Itu sudah bulat dan menjadi hasil akhir pembicaraan dalam pertemuan di Hotel Solair Indah kemarin,” ungkap Hendrikus Hengky Ndiken, salah seorang tokoh masyarakat Marind kepada Jubi Kamis (19/1/2017).

Dijelaskan, siapapun  Ketua DPRD Merauke nanti yang akan dilantik, tak akan dipersoalkan, asalkan orang Marind asli.

“Ini adalah keputusan adat dan bagaimanapun juga, semua harus menghormati dan menghargai. Apa yang kami perjuangkan, sama sekali tidak untuk kepentingan siapa-siapa. Tetapi semata-mata semua orang menghormati orang Marind sebagai pemilik negeri ini,” ujarnya.

Hengky menegaskan sebaiknya jabatan dimaksud diserahkan kepada orang Marind. Apalagi beberapa nama di lembaga legislatif, juga orang Marind dan sama-sama dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Hal serupa disampaikan seorang Intelektual Marind, Harry Ndiken. Menurutnya, sampai kapanpun, pihaknya akan terus berjuang  agar anak Marind menjadi pimpinan dewan. “Itu sudah menjadi komitmen bersama yang telah disepakati bersama tokoh-tokoh adat serta komponen terkait lain,” tuturnya.

Diharapkan kepada anggota DPRD Merauke tak salah dalam melakukan ‘eksekusi’ dengan melantik Fransiskus Sirfefa.Karena masyarakat adat sudah menyatakan sikap tegas penolakan.Olehnya, harus dihargai semua orang. (*)

Sebelumnya

Ratusan masyarakat ‘serbu’ kantor pos Merauke

Selanjutnya

Tujuh WNA Tiongkok akan dideportase ke negaranya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe