PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Biaya studi lambat dikirim, mahasiswa Papua di AS terancam dideportasi
  • Sabtu, 21 Januari 2017 — 17:31
  • 2687x views

Biaya studi lambat dikirim, mahasiswa Papua di AS terancam dideportasi

“Tong terpaksa cuti kuliah semester ini karena belum bayar uang kuliah dan asrama. Batas waktunya sudah jatuh tempo bulan Desember 2016 lalu,” ujar mahasiswa yang menuntut ilmu di AS sejak 2013 ini.
University of Letourneau, Texas - IST
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Victor Mambor

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Lantaran Pemda Provinsi Papua terlambat mengirimkan biaya studi bagi sejumlah mahasiswa Papua yang sedang menuntut ilmu di Amerika Serikat, beberapa diantaranya terpaksa cuti kuliah. Ini terjadi karena universitas tempat mereka belajar tidak memberi toleransi bagi mahasiswa yang tidak membayar biaya studi.

Kondisi ini dialami beberapa orang mahasiswa yang menuntut ilmu di University of Letourneau, Texas. Niklas Elyonai Imbiri, salah satu mahasiswa Papua yang mengambil jurusan komputer sains dan matematika, mengaku dia bersama dua orang rekannya terpaksa batal mengikuti kuliah semester ini (spring semester) karena mereka belum membayar biaya kuliah.

Menurutnya, biaya kuliah yang harus dibayar ke universitas satu paket dengan biaya asrama tempat mereka tinggal sambil mengikuti studi.

“Tong terpaksa cuti kuliah semester ini karena belum bayar uang kuliah dan asrama. Batas waktunya sudah jatuh tempo bulan Desember 2016 lalu,” ujar mahasiswa yang menuntut ilmu di AS sejak 2013 ini.

Karena tidak membayar biaya kuliah dan asrama, Imbiri bersama tiga orang rekannyaterpaksa memilih meninggalkan kampus dan asrama mereka di Texas untuk tinggal sementara waktu bersama mahasiswa Papua yang lain di Reno, Nevada. Sedangkan barang-barang mereka tetap dibiarkan di asrama sambil menunggu kejelasan pengiriman biaya dari Pemda Provinsi Papua ke rekening mereka.

Tidak hanya itu, menurut Imbiri, masalah lain yang dihadapi adalah visa I20 untuk ijin studi di Amerika Serikat. Visa mereka ini akhirnya tidak bisa berlaku dan dirinya terancam dideportasi. Visa itu hanya berlaku selama mereka masih aktif sebagai mahasiswa dan menjalani studi.

“Saat ini saya diberi batas waktu beberapa hari ke depan untuk tinggalkan AS dan kembali ke Papua,” tuturnya.

Para mahasiswa ini mengaku bersama orang tuanya di Jayapura sebenarnya sudah menyurati dan menghubungi pihak Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua sebagai penanggung jawab program pengiriman mahasiswa Papua ke luar negeri. Namun pihak BPSDM beralasan biaya studi untuk mahasiswa Papua di luar negeri sudah diajukan ke Biro Keuangan Setda Provinsi Papua dan menunggu pencairan.

Beberapa mahasiswa Papua di Corban University (Oregon) dan San Bernadino University (California) yang sempat dihubungi Jubi mengaku mereka sering mengalami keterlambatan pengiriman biaya studi dari Pemda Provinsi Papua hingga tiga sampai empat bulan. Keterlambatan ini kadang menyebabkan terjadinya tunggakan pembayaran biaya di kampus dan asrama atau apartemen tempat mereka tinggal.   

Sebelumnya, Rabu (18/1/2017) Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk isu-isu strategis, Djauhari Oratmangun mendatangi Pemerintah Provinsi Papua, untuk membahas kerjasama pendidikan luar negeri yang selama ini telah dilakukan provinsi Papua.

Mengenai anggaran Pemprov Papua yang tertunda bagi mahasiswa dan siswa di luar negeri, Djauhari melihat hal itu lebih pada situasional. Menurutnya, Kementerian Luar Negeri telah mengirim instruksi kepada semua konsulat dan KBRI supaya menangani mahasiswa yang beasiswanya tertunda ini, sehingga sekolahnya dapat berlanjut.

Kita sudah menghubungi sekolahnya. Jadi saya kira tidak ada masalah lagi. Yang jelas semua mahasiswa Papua bisa tertangani dengan baik karena itulah saya kesini untuk kita berkoordinasi supaya kedepan jauh lebih baik," kata Oratmangun.

Saat ini tercatat ada 4 orang mahasiswa Papua yang dibiayai Pemda untuk menuntut ilmu di University Letourneau, Texas, Amerika Serikat. Mereka diantaranya mengambil beberapa jurusan seperti, komputer sains, matematika, fisika dan jurusan teknik. (*)

Sebelumnya

Praperadilan Polresta Manado, KNPB Konsulat Indonesia akan lakukan aksi diam

Selanjutnya

Ikut Kejuaraan Panahan di Bogor, Jokowi ingin bertanding di PON Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua