Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Warga Distrik Saminage, Yahukimo, minta guru dan dokter
  • Senin, 23 Januari 2017 — 13:16
  • 674x views

Warga Distrik Saminage, Yahukimo, minta guru dan dokter

“Semua PNS yang bertugas di sana, seperti dari dinas pendidikan dan dinas kesehatan, agar ditahan gaji-gajinya. Mereka tidak pernah ada untuk masyarakat, tidak pernah buka sekolah dan mengajar anak-anak. Orang tua-orang tuanya itu datang lapor saya untuk sampaikan kepada bapak bupati,” kata Pastor John Djonga, penerima penghargaan Yap Thiam Hien pada 2009 itu.
Masyarakat Saminage berkumpul di rumah pastori. Mereka meminta Pastor John Djonga melaporkan ketiadaan para guru, tenaga medis, dan para kepala kampung kepada pemerintah Yahukimo. Jubi/Dok. Pastor John Djonga.
Yuliana Lantipo
yuliana_lantipo@tabloidjubi.com
Editor :

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Selama tahun 2016, tiga bangunan sekolah Inpres yang dibuka untuk anak-anak di sembilan kampung di Distrik Saminage, Kabupaten Yahukimo, terpaksa ditutup, lantaran tidak ada guru. Pintu satu-satunya pustu di distrik itu juga selalu tertutup karena tak ada tenaga medis.

Tiga kampung yang memiliki sekolah tanpa guru itu adalah SD Inpres Haleroma, SD Inpres Helenga, dan SD Inpres Ibelak.
Pastor John Djonga, seorang rohaniawan, mengatakan tiga bangunan sekolah dasar Inpres dan sebuah klinik kesehatan untuk masyarakat dari sembilan kampung di distrik itu, kini tak lagi beroperasi. Guru-guru dan petugas medis berstatus Pegawai Negeri Sipil yang semula ditempatkan pemerintah daerah, tak pernah lagi dilihat warga.

Sembilan kampung itu adalah Puna, Assotapo, Muke, Helenga, Haleroma, Mison, Ibelak, Hubilokon, dan Hirin.
Kondisi tersebut, setidaknya telah terjadi selama setahun hingga 2016. Pastor ini telah hidup bersama-sama warga Saminage sejak 2012 untuk menjalankan tugas layanan rohaninya.

“Mereka tidak pernah ada untuk masyarakat, mereka tidak pernah buka sekolah dan mengajar anak-anak, mereka tidak pernah datang lagi,” kata pastor John Djonga kepada Jubi di Jayapura via seluler, Minggu (22/1/2017).

Apa yang disampaikan pastor John Djonga bukan tanpa alasan. Pada pertengahan Desember 2016, para orang tua dan masyarakat kampung berkumpul di rumah pastoral Saminage. Menurut pastor, umatnya meminta dirinya menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah untuk memberikan sanksi bagi para guru PNS dan tenaga medis yang tidak menjalankan kewajibannya.

 “Semua PNS yang bertugas di sana, seperti dari dinas pendidikan dan dinas kesehatan, agar ditahan gaji-gajinya. Mereka tidak pernah ada untuk masyarakat, tidak pernah buka sekolah dan mengajar anak-anak. Orang tua-orang tuanya itu datang lapor saya untuk sampaikan kepada bapak bupati,” kata Pastor John Djonga, penerima penghargaan Yap Thiam Hien pada 2009 itu.

Kepala kampung hidup di kota
Menurut pastor, hilangnya hak anak untuk mengenyam pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat di sana turut diperparah dengan ketidakhadiran para kepala kampung di tengah-tengah masalah yang sedang dihadapi masyarakatnya.

“Kepala-kepala kampung itu tugasnya di kampung urus masyarakat, karena kepala kampung itu punya tugas juga sebagai penyambung lidah ke pemerintah atasnya…tapi sudah hampir satu tahun itu, semua kepala kampung tidak tinggal di kampung. Infonya mereka punya rumah di kota. Ada yang tinggal di Dekai dan Wamena,” ungkapnya.

Terpisah, Herry Hesegem, pegawai Badan Kepegawaian Daerah Yahukimo, saat dikonfirmasi mengaku ada pembagian/penugasan kerja melalui SK yang diberikan kepada para PNS di masing-masing bidang. Termasuk pendidikan dan kesehatan yang ditempatkan di kampung-kampung di Distrik Saminage.

“Memang ada pegawai yang penempatannya di distrik-distrik, termasuk Saminage itu. Untuk pendidikan, pegawai itu ditempatkan oleh Dinas Pendidikan dan untuk dipustu atau puskesmas itu Dinas Kesehatan yang tempatkan seperti perawat, suster dan dokter,” kata Herry Hesegem.

Kendati demikian, dirinya mengaku tidak mengetahui perihal kealpaan para guru dan dokter serta perawat yang tercatat menerima gaji tiap bulan tersebut. (*)

Sebelumnya

Bupati Jayawijaya sampaikan LPKJ tahun 2016

Selanjutnya

Mulai 2017, gaji guru, tenaga medis, kepala kampung di Yahukimo diberikan di kecamatan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe