Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kantongi 46 Triliun, TNI AD segera rampungkan Kodam XVIII Kasuari Papua Barat
  • Selasa, 24 Januari 2017 — 10:15
  • 2224x views

Kantongi 46 Triliun, TNI AD segera rampungkan Kodam XVIII Kasuari Papua Barat

"Baik itu pangkalan, maupun pengisian personilnya tetap tahap demi tahap. Setiap tahun anggaran kita akan tingkatkan," ucap jenderal bintang empat itu.
TNI Angkatan Darat - IST
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - TNI Angkatan Darat mengantongi 46 Triliun total anggaran untuk digunakan menjalankan program-program prioritas yang salah satunya adalah merampungkan pembangunan Kodam XVIII Kasuari Papua Barat sebagai bagian dari program pembangunan wilayah pinggiran tahun 2017.

Dilansir Tempo.co Senin (23/1/2017) Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono memastikan bahwa pembangunan wilayah pinggiran sebagai salah satu program yang disorot AD pada tahun 2017 ini telah disesuaikan dengan rencana Presiden Joko Widodo.

Mulyono menekankan perlunya situasi aman untuk mendukung program tersebut. "Kami mengantisipasi perkembangan situasi di perbatasan, termasuk pembangunan sarana dan prasarana militer di sana."

Selain pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista), pembangunan satuan baru di wilayah juga menjadi prioritas TNI AD.

Satuan tersebut adalah dua Komando Daerah Militer baru yang diresmikan pada Desember 2016 lalu, yaitu Komando Daerah Militer XIII/Merdeka di Sulawesi Utara, dan Kodam XVIII/Kasuari di Papua Barat. Pembangunan keduanya baru mencapai 30 persen.

"Baik itu pangkalan, maupun pengisian personilnya tetap tahap demi tahap. Setiap tahun anggaran kita akan tingkatkan," ucap jenderal bintang empat itu.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, saat pembukaan rapim TNI pekan lalu, mengatakan anggaran itu difokuskan untuk penanganan terorisme dan bencana alam.

Angka 46 Triliun untuk TNI AD tersebut adalah bagian dari total anggaran pertahanan RI sebesar Rp 108 triliun yang ditetapkan pada Oktober 2016 lalu. Jumlah itu disebut-sebut sebagai angka terbesar untuk bidang pertahanan dalam 12 tahun terakhir.

Dilansir CNN Indonesia Senin (23/1) Mulyono juga memastikan akan melengkapi pembangunan kedua Kodam tersebut hingga pendirian rumah sakit dan personel.

Kodam Kasuari dipimpin Pangdam Mayjen Joppye Ones Wayangkau. Komando militer ini merupakan pemekaran dari Kodam XVII/Cenderawasih, di Jayapura, Provinsi Papua.

Terpisah dalam keterangan tertulisnya, Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai mengkritisi berdirinya Kodam di Papua Barat yang menurut dia menjadi bukti masih ada pendekatan militeristik di Papua. Akibatnya secara tak langsung, lanjutnya, kehadiran Kodam di Manokwari menimbulkan kesan Papua adalah daerah operasi militer. Faktanya, walaupun operasi militer sendiri tidak diakui, Pigai menilai kekuatan militer di Papua dipersenjatai dengan peralatan militer di atas minimum ‘essential force’.

"Hal ini menunjukan pemerintah pusat masih menilai Papua sebagai daerah operasi militer," kata Pigai dikutip dari CNN Indonesia.(*)

loading...

Sebelumnya

Massa BMD demo, Pemprov tak ingin intervensi Pilkada Kota Jayapura

Selanjutnya

Kampanye paslon berakhir 11 Februari

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe