PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Meepago
  3. Aksi tolak sweeping, sekolah di Dogiyai diliburkan
  • Selasa, 24 Januari 2017 — 10:28
  • 1480x views

Aksi tolak sweeping, sekolah di Dogiyai diliburkan

"Memang kami liburkan sekolah karena permintaan orangtua. Sebab, hari ini ada aksi dari masyarakat ke kantor DPRD Dogiyai, " ujar Ernes Giyai ketika dikonfirmasi Jubi, Senin, (23/1/2017).
Tampak SMP YPPK St. Fransiskus Moanemani sangat sepi, Senin, (23/1/2017) - Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Zely Ariane

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Dogiyai, Jubi - Semua sekolah memilih meliburkan diri saat Solidaritas Peduli Hak Asasi Manusia Kabupaten Dogiyai (SPHAM-KD) menggelar aksi di kantor DPRD Dogiyai, Senin, (23/1/2017) menyusul berlanjutnya aksi sweeping Operasi Mantap Praja aparat gabungan Polres Nabire di Dogiyai yang sudah memakan korban dan meresahkan masyarakat.

Hal itu dibenarkan Kepala SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Moanemani, Ernes Giyai yang mengatakan pihaknya meliburkan anak didik lantaran permintaan orangtua.

"Memang kami liburkan sekolah karena permintaan orangtua. Sebab, hari ini ada aksi dari masyarakat ke kantor DPRD Dogiyai, " ujar Ernes Giyai ketika dikonfirmasi Jubi, Senin,  (23/1/2017).

Dikatakan Giyai, liburnya hanya sehari saja (Senin), dan hari Selasa,  (24/1) akan kembali melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasa.

"Dogiyai memang selama ini kurang nyaman karena ada aksi sweeping berlebihan yang dilakukan oleh aparat, " katanya membenarkan.

Menurutnya, suasana yang sedang terjadi sekarang ini justru membuat para anak didiknya menjadi ketakutan untuk melakukan belajar mengajar. 

"Ya, ini sudah dekat ujian nasional. Anak-anak siswa jadi terganggu. Karena rata-rata korban sweeping para siswa ini," jelasnya.

Tokoh pemuda Dogiyai, yang juga Guru SMAN 1 Dogiyai, Michael Boma merasa sangat prihatin dengan kondisi yang dialami warga Kamuu dan Mapiha ini. Sebab, menurut Boma, Dogiyai sejak hadir tahun 2008 sudah banyak terjadi pertumpahan darah.

"Dogiyai sejak dimekarkan sudah banyak tumpah darah. Itu semua ulah aparat. Jadi, kalau pengamanan Pilkada ya yang wajar-wajar saja. Karena, apa yang masyarakat bawa seperti parang, kampak, skop dan lainnya itu alat kerja di kebun," paparnya. (*)

Sebelumnya

Protes temannya ditahan dan terluka, puluhan pemuda datangi Polsek Moanemani

Selanjutnya

Asisten I Setda Dogiyai: Sweeping aparat belum ada surat izin

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua