PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Meepago
  3. Asisten I Setda Dogiyai: Sweeping aparat belum ada surat izin
  • Selasa, 24 Januari 2017 — 15:10
  • 1911x views

Asisten I Setda Dogiyai: Sweeping aparat belum ada surat izin

"Kalau aksi sweeping, dulu yang dilakukan oleh pihak aparat keamanan itu biasa ada surat izin kepada kami (pemerintah) sebagai tuan rumah. Tapi, kali ini belum ada," ungkap Asisten I Setda Kabupaten Dogiyai, Thobias Frans Bunapa kepada massa aksi menolak sweeping di halaman kantor DPRD Kabupaten Dogiyai, Selasa, (24/1/2017).
Kordinator SPHAM-KD, Benny Goo ketika memimpin aksi damai di halaman kantor DPRD Dogiyai, Senin, (24/1/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Zely Ariane

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Dogiyai, Jubi - Asisten I Setda Kabupaten Dogiyai, Thobias Frans Bunapa menuding sweeping alat tajam yang dilakukan oleh aparat kemanan, yakni TNI dan Polri tak melalui mekanisme sesuai perundangan-undangan.

"Kalau aksi sweeping, dulu yang dilakukan oleh pihak aparat keamanan itu biasa ada surat izin kepada kami (pemerintah) sebagai tuan rumah. Tapi, kali ini belum ada," ungkap Asisten I Setda Kabupaten Dogiyai, Thobias Frans Bunapa kepada massa aksi menolak sweeping di halaman kantor DPRD Kabupaten Dogiyai, Selasa, (24/1/2017).

Ia mengatakan, sejauh ini satu pucuk suratpun belum ada di mejanya. Sehingga pihaknya menuding aparat yang melakukan aksi sweeping tersebut hanya mengada-ada untuk mengacaukan situasi.

"Sebenarnya kamu semua, entah TNI/Polri, masyarakat, mahasiswa, para siswa dan unsur lapisan lainnya di Dogiyai ini adalah anak-anak kami di bawah naungan Pemerintah Dogiyai. Tapi, kali ini kami selaku orangtua dari kalian merasa kesal karena kali ini sangat meresahkan kami semua," ujarnya

Di tempat yang sama, Dosen STT Walter Pos Kampus V Dogiyai, Natan Auwe juga mengaku sangat kesal terhadap sweeping oleh aparat gabungan di Dogiyai tersebut. Walhasil, menurut dia, jika alat dapur saja disita dengan alasan pengamanan Pilkada 2017, maka sebaiknya semua jenis alat tajam yang dijual di semua kios harus dimusnahkan.

"Sebaiknya jangan jual pisau, parang, skop di kios. Lebih baik semua kios di dogiyai ditutup saja kalau mau sita-sita lagi," ujar Natan kesal.(*)

Sebelumnya

Aksi tolak sweeping, sekolah di Dogiyai diliburkan

Selanjutnya

Gubernur Papua direncanakan buka Muspasmee V di Paniai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua