TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Kalau Polda Papua tak tangani, Komnas HAM akan turun ke Dogiyai
  • Selasa, 24 Januari 2017 — 17:06
  • 4060x views

Kalau Polda Papua tak tangani, Komnas HAM akan turun ke Dogiyai

" Apabila terindikasi pelanggaran HAM, maka proses hukumnya akan serius. Tidak akan main-main," kata Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai kepada Jubi melalui seluler, Selasa (24/1/2017).
Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai = Dok. Jubi
Abeth You
[email protected]
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Dogiyai, Jubi - Komnas HAM RI meminta Kepolisian Daerah (Polda) Papua segera melakukan pengawasan terhadap bawahan yang sedang bertugas di Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Papua yang melalui Operasi Mantap Praja terus melakukan sweeping alat tajam hingga berdampak pada keresahan dan kekerasan terhadap masyarakat setempat.

"Kalau Polda Papua tidak bisa tangani atau awasi, maka kami (Komnas HAM) akan turun dalam dua minggu ke depan. Saya akan turun dan tanyakan langsung kepada masyarakat Dogiyai. Apabila terindikasi pelanggaran HAM, maka proses hukumnya akan serius. Tidak akan main-main," kata Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai kepada Jubi melalui seluler, Selasa (24/1/2017).

Apa yang dilakukan kepolisian di Dogiyai itu, lanjutnya, selayaknya hal yang dilakukan dalam situasi konflik. “Namun, jika terbukti dilakukan secara berlebihan maka akan diproses secara hukum, kecuali mereka sweeping di dalam medang perang atau konflik", kata dia.

Dia berjanji datang guna melihat dari dekat apa yang dirasakan masyarakat Dogiyai dan apa yang dilakukan aparat keamanan. "Kami mau datang itu mau melihat banyak fakta peristiwa yang dialami masyarakat atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan itu". imbuhnya.

Terpisah, Kordinator Solidaritas Peduli Hak Asasi Manusia Kabupaten Dogiyai (SPHAM-KD), Benny Goo mengatakan, pihak aparat keamanan yang terdiri dari TNI, Polri dan Brimob yang melakukan sweeping alat tajam tak hanya mengambil benda-benda tajam seperti pisau, silet, parang, skop, kampak.

Lebih dari itu, aparat, menurutnya, telah melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia.

"Bukan hanya ambil alat-alat tajam yang dibawah masyarakat. Tapi, TNI, Polisi dan Brimob juga mencari dompet milik masyarakat hingga mengambil uang-uang milik masyarakat," kata Benny Goo.(*)

loading...

Sebelumnya

Indonesia sedang kehilangan Melanesia

Selanjutnya

Sidang pra-Peradilan dugaan makar mahasiswa Papua di Manado ditunda

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat