Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Diduga pungli, lurah Klasuur dilaporkan ke polisi
  • Rabu, 25 Januari 2017 — 18:53
  • 770x views

Diduga pungli, lurah Klasuur dilaporkan ke polisi

“Sebelum melapor kami telah melakukan pengecekan ke kantor Bulog, dan dikatakan bahwa tidak ada program beras 13,” kata Ketua RT 04, Ony ketika ditemui Jubi di Polsek Sorong Barat, Selasa (24/1/2017).
Beberapa ketua RT ketika melaporkan lurah Klasuur di Polsek Sorong Barat – Jubi/Florence Niken
Florence Niken
gendis2005.soebroto@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sorong, Jubi – Lurah Klasuur, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat dilaporkan warganya kepada polisi karena diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada warga setempat.

Laporan yang dilayangkan ke Polsek Sorong Barat oleh sepuluh ketua RT dari lima RW di lurah tersebut diindikasi karena kekecewaan atas perbuatan oknum lurahnya.

Pasalnya bulan November 2016 lurah tersebut meminta pungutan sebesar Rp 1,7 juta hingga Rp 2,2 juta untuk pengadaan beras 13 jatah bulan Desember 2016. Namun hingga minggu keempat bulan Januari 2017, beras 13 tidak juga diberikan lurah kepada warganya melalui ketua RT.  

Oknum lurah yang bersangkutan bahkan susah ditemui RT sejak menagih uang tersebut, padahal sejumlah RT berupaya meminta pertanggungjawaban beliau ihwal pungutan dan realisasi beras yang dimintanya.

“Sebelum melapor kami telah melakukan pengecekan ke kantor Bulog, dan dikatakan bahwa tidak ada program beras 13,” kata Ketua RT 04, Ony ketika ditemui Jubi di Polsek Sorong Barat, Selasa (24/1/2017).

Ony dan RT lainnya malah heran sebab di Kelurahan Klasuur ada 16 RT, tetapi yang diminta pungutan hanya 10 RT.
“Belum lagi warga terus bertanya berasnya mana? Akhirnya setelah kami berupaya untuk menemui lurah dan gagal terus, kami sepakat untuk melaporkan oknum tersebut ke polisi,” katanya.

Dari pungutan terhadap beras 13 di 10 RT tersebut diduga ada kerugian sebesar Rp 26 juta.

Kapolsek Sorong Barat, AKP Junaidy A. Weken ketika dikonfirmasi Jubi mengatakan, pihaknya akan memroses laporan tersebut.

“Kami tentu akan menindak lanjuti laporan warga ini berdasarkan laporan polisi dan adanya bukti serta saksi. Mengenai pasal atas tindakan tersebut, karena ini menyangkut jabatan bisa saja dikenakan pasal korupsi,” kata AKP Junaidy.

Ia pun mengingatkan kepada warga agar mengurungkan niatnya untuk melakukan pemalangan di kantor lurah, Selasa (24/1) agar tidak menghalangi aktivitas kantor. Mereka lalu membubarkan diri dengan tenang. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

KPU Kota Sorong gelar bimtek bagi KPPS

Selanjutnya

Raja Ampat targetkan 7.000 pengunjung tahun 2017

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe