Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Polisi Endus Penyelewengan Anggaran Dispora Konawe Utara
  • Senin, 30 Januari 2017 — 13:20
  • 2305x views

Polisi Endus Penyelewengan Anggaran Dispora Konawe Utara

Konawe Utara, Jubi -  Kepolisian Resort  Konawe mengendus dugaan penyelewengan dana rutin Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun anggaran 2014.
ilustrasi korupsi (sumber:merdeka.com)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi


Konawe Utara, Jubi -  Kepolisian Resort  Konawe mengendus dugaan penyelewengan dana rutin Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun anggaran 2014.

Kapolres Konawe AKBP Jemi Junaidi  mengatakan penyelidik telah merangkum alat bukti untuk kepentingan pengusutan dugaan penyelewengan uang negara tersebut.

"Kepolisian menerima laporan dari elemen masyarakat peduli pemberantasan korupsi sehingga berkewajiban untuk menindaklanjuti dengan mengumpulkan sejumlah alat bukti," kata  Jemi, Senin (30/1).

Hingga saat ini penyelidik telah memintai informasi dari 12 orang yang mengetahui atau mereka yang ikut bertanggungjawab mengelola anggaran sekitar Rp400 juta tersebut.

"Berdasarkan informasi yang dihimpun terindikasi kuat kebocoran uang negara sehingga mereka atau pejabat pengelolah harus bertanggungjawab secara hukum," katanya.

Kepolisian, lanjut dia, bersinergi dengan institusi pemeriksa keuangan negara untuk memastikan ada atau tidak terjadi kerugian negara sebagai komponen utama kelanjutan penanganan kasus dimaksud.

"Penyelidik menunggu audit khusus pemeriksa karena namanya tindak pidana korupsi berarti ada kerugian keuangan negara dan ada pihak yang diuntungkan. Itulah sebabnya kasus ini belum ditingkatkan ke penyidikan," ujarnya.**

 

 

 

 

 

loading...

#

Sebelumnya

PSM Batal Seleksi Pemain Asal Asia

Selanjutnya

Pasar  Daerah Terpencil akan dibangun di Minahasa Utara 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6184x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5760x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3914x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe