Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Begini Reaksi Sudan dan Iran Terkait Pembatasan Masuk AS oleh Trump
  • Senin, 30 Januari 2017 — 13:33
  • 889x views

Begini Reaksi Sudan dan Iran Terkait Pembatasan Masuk AS oleh Trump

Khartoum, Sudan, Jubi - Sudan memanggil Kuasa Usaha AS di Khartoum, Steven Koutsis, untuk memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump untuk membatasi masuknya warga negara Sudan ke Amerika Serikat .
Aksi unjuk rasa digelar pada Minggu (18/12) digelari di New York City dan Los Angeles, California. Sebagian besar demonstran menyerukan penentangan terhadap kebijakan imigrasi yang diusung Trump, yang diduga kuat akan menumbuhkan sentimen antiimigran di Negeri Paman Sam itu. (Reuters/Kevork Djansezian)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi

Khartoum, Sudan, Jubi - Sudan memanggil Kuasa Usaha AS di Khartoum, Steven Koutsis, untuk memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump untuk membatasi masuknya warga negara Sudan ke Amerika Serikat .

"Pemerintah Sudan menganggap perintah tersebut sebagai pesan negatif di bawah perkembangan positif hubungan bilateral, terutama setelah pencabutan sanksi ekonomi atas Sudan dan berdasarkan kerja sama lama antara kedua negara dalam memerangi terorisme," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Sudan, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi (30/1).

Kementerian itu kembali menyatakan keinginan Sudan, untuk melanjutkan dialog dan kerja sama dengan AS dalam masalah regional dengan dampak timbal-balik.

"Sudan menunggu Pemerintah AS mencabut nama Sudan dari daftar negara penaja terorisme," kata pernyataan tersebut.

Negara Iran juga dilaporkan memanggil Duta Besar Swiss untuk Teheran Giulio Haas pada Minggu (29/1), untuk memprotes keputusan diskriminatif AS .

Mohammad Kashavarz-Zadeh, Direktur Jenderal Urusan Amerika di Kementerian Luar Negeri Iran, menyerahkan surat protes resmi kepada Haas --yang mewakili kepentingan di Teheran, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi.

Menurut pihak Iran, perintah eksekutif dari presiden AS dikeluarkan dengan dalih khayalan, diskriminasi dan tak bisa diterima,

Instruksi tersebut, juga bertentangan dengan konvensi hak asasi manusia dan kesepakatan hukum serta konsuler yang ditandatangani antara Teheran dan Washington pada 15 Agustus 1955.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat (27/1) menandatangani perintah eksekutif untuk membatasi imigrasi dari negara yang ia katakan "dinodai oleh terorisme".*


 


 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Diculik saat bayi, ditemukan selamat di usia 18

Selanjutnya

Delapan Pesawat Antariksa Tiongkok ini Akan Jelajahi Mars

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe