Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pemkab Jayapura diminta segera atasi luapan danau Sentani
  • Senin, 30 Januari 2017 — 20:37
  • 897x views

Pemkab Jayapura diminta segera atasi luapan danau Sentani

“Jadi, air yang masuk itu jumlah besar, sementara untuk keluar hanya melalui satu jalur di Jaifuri. Belum lagi sampah dan kotoran yang berdampak kepada pendakalan danau ini. Sehingga pemerintah daerah juga harus serius melihat kondisi yang terjadi,” katanya.
Warga di sekitar Pantai Yahin, Kelurahan Dobonsolo, Sentani sedang menggunakan perahu motor saat air danau Sentani naik – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sentani, Jubi – Kepala Suku Kampung Ifar Besar di Sentani, Frans Alberth Joku mengatakan Pemerintah Kabupaten Jayapura segera mencari solusi yang tepat terhadap luapan air danau Sentani.

Menurut dia tiap kali air danau ini naik dan meluap ke pemukiman warga Pemkab memberikan bantuan sosial. Bantuan seperti ini tak mungkin diberikan tiap kali ada bencana.

“Pemerintah harus mencari solusi terbaik bagi masyarakatnya. Tidak mungkin begini terus nanti--tiap ada bencana di pesisir Danau Sentani pemerintah datang dengan bantuan sosial terus,” katanya kepada Jubi di Sentani, Senin (30/1/2017).

Ia menyebutkan, tiga belas sungai bermuara ke danau seluas 9.360 hektare ini. Debit air sungai-sungai ini meningkat pada musim penghujan hingga menjadikan sampah-sampah tertampung di danau.

“Jadi, air yang masuk itu jumlah besar, sementara untuk keluar hanya melalui satu jalur di Jaifuri. Belum lagi sampah dan kotoran yang berdampak kepada pendakalan danau ini. Sehingga pemerintah daerah juga harus serius melihat kondisi yang terjadi,” katanya.

Ia juga menyinggung soal dampak pembangunan melalui timbunan yang dengan sengaja di buang ke daerah resapan air. Dampaknya daya serap air menjadi sedikit dan terjadi luaan air dalam jumlah besar.

Ketua Forum Kota Sentani, Deniks Felle mengatakan lahan untuk pembangunan di daerah ini makin sempit.

Pembangunan bahkan berdampak pada pengrusakan lingkungan dan habitat secara alami.

“Kota Sentani dulu sangat beda, daerah perbukitan yang sudah mulai diratakan dan tiimbunannya dibuang ke pinggiran danau. Jelas berdampak kepada daerah resapan air yang sudah ada secara alami. Mestinya konsep pembangunan sudah dipikirkan dampak- dampak lingkungan,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Soal UNBK, Disdik masih sosialiasi dan pendataan

Selanjutnya

KPU sortir surat suara pilkada Kabupaten Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe