Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ibukota
  3. Sri Mulyani: Perekonomian Indonesia masih stabil
  • Sabtu, 24 September 2016 — 18:11
  • 617x views

Sri Mulyani: Perekonomian Indonesia masih stabil

Sri Mulyani menjelaskan potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia sangat besar dan telah menjadi salah satu negara tujuan investasi karena memiliki keunggulan dalam kemudahan perizinan dan bonus demografi yang bisa menjadi nilai tambah dalam beberapa tahun mendatang.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian Indonesia masih dalam keadaan stabil, meski kondisi perekonomian global saat ini belum menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan yang berarti.

"Lingkungan global belum membaik sepenuhnya, tapi perekonomian Indonesia masih dalam kondisi stabil, bisa mencapai angka lima persen pada akhir tahun (2016)," kata Sri Mulyani saat memberikan sambutan dalam acara seminar "Tantangan Ekonomi Global" yang diselenggarakan LPS di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Sri Mulyani menjelaskan potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia sangat besar dan telah menjadi salah satu negara tujuan investasi karena memiliki keunggulan dalam kemudahan perizinan dan bonus demografi yang bisa menjadi nilai tambah dalam beberapa tahun mendatang.

"Reformasi yang didukung oleh paket kebijakan ekonomi ini bisa menjadi faktor untuk memancing minat partisipasi sektor swasta. Hal seperti ini juga didukung kelas menengah yang produktif dan jumlah populasi muda yang potensial," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya menjalankan kebijakan fiskal sebagai stimulus untuk mendorong kinerja perekonomian, meski untuk saat ini penerimaan pajak masih tergantung dari dana repatriasi maupun deklarasi aset dari program amnesti pajak.

"Kondisi fiskal bergantung dari 'tax amnesty' dan kita juga terbatas oleh defisit anggaran. Ini memang bukan 'by design' tapi 'by default'. Tapi kita kawal terus penerimaan, agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan dan program pengentasan kemiskinan tidak terhambat," kata Sri Mulyani.

Sebagai antisipasi krisis, Indonesia telah memiliki UU PPKSK yang menekankan pentingnya koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan dalam mengawal stabilitas perekonomian nasional.

"UU itu telah memperkuat kapasitas lembaga yang ada sehingga pengawasan sistem perbankan maupun pasar modal dapat berjalan lebih efisien," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Megawati dampingi Ahok daftar ke KPU DKI Jakarta

Selanjutnya

YLKI desak audit seluruh jpo di jakarta

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32926x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8971x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6478x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5925x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5634x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe