Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pilihan Editor
  3. Kurang 13 hari, KPU Kota belum punya data dan sosialisasi pemilih difable, pemula
  • Senin, 30 Januari 2017 — 21:08
  • 1486x views

Kurang 13 hari, KPU Kota belum punya data dan sosialisasi pemilih difable, pemula

Tjipto Wibowo, anggota Divisi Logistik, Data, dan Keuangan KPU Kota, mengatakan, “kami belum lakukan sosialisasi,” katanya kepada Jubi, pada (26/2/2017) saat ditanyakan terkait sosialisasi khusus kepada dua kategori pemilih tersebut.
Jems Rumbiak (baju biru) bersama temannya sesama tunanetra yang sedang menjual keset (alas kaki) dan sapu ijuk di depan Saga Mall Abepura, Senin (30/1/2017). – Jubi/Agus Pabika
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura Jubi – Para pemilih pemula dan berkebutuhan khusus (difable) di kota Jayapura belum mendapat sosialisasi tentang cara memilih satu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, ditengah waktu yang tersisa 13 hari menuju hari pemilihan pada Rabu (15/2/2017) nanti.

Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, selaku penyelenggara berdalih, sosialisasi akan diselenggarakan oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jayapura.

Tjipto Wibowo, anggota Divisi Logistik, Data, dan Keuangan KPU Kota, mengatakan, “kami belum lakukan sosialisasi,” katanya kepada Jubi, pada (26/2/2017) saat ditanyakan terkait sosialisasi khusus kepada dua kategori pemilih tersebut.  

Hal tersebut didukung dengan pernyataan anggota KPU Papua, Beatrix Wanane, yang ditemui Jubi di ruang kerjanya.

“Kita sudah memberikan mandat kepada Kesbangpol Kota Jayapura untuk memasukan surat edaran kepada Dinas Pendidikan agar ditindak lanjuti ke pihak sekolah yang melakukan sosialisasi satu pasangan calon dan kotak kosong bagi pemula. Hal ini untuk mempercepat proses sosialisasi mengingat waktu kita tersisa dua minggu,” kata Beatrix, Senin (30/1/2017).

KPU Kota belum punya data pemilih difable

Selain lambannya sosialisasi, penyelenggara Pilkada pun ternyata belum memiliki kepastian jumlah pemilih difable. Padahal, kertas suara untuk pemilih ini berbeda dengan kertas pemilih umum.

Tjipto, melalui pesan singkatnya kepada Jubi, mengatakan, “tidak ada,” saat menanyakan data pemilih difable.

Namun, secara keseluruhan, jumlah surat suara yang telah dicetak untuk Pilkada tahun ini ada sebanyak 318.495 lembar. “Itu sudah termasuk dengan surat suara cadangan, yakni 2.000 lembar. Jumlah itu juga untuk pemilu susulan,” Tjipto menjelaskan.

Tunanetra Jems Rumbiak: belum ada info pemilihan

Seorang tunanetra, Jems Rumbiak, yang sehari-hari berjualan keset dan sapu ijuk di depan Saga Mall Abepura, mengaku belum mendengar informasi tentang sosialisasi pemilihan calon wali kota dan wakil wali kota Jayapura periode 2017-2022.

"Sampai sekarang ini belum ada sosialisasi dari KPU kota maupun Panwas kota Jayapura,” kata Jems Rumbiak, saat ditemui Jubi, Senin siang.

Kendati demikian, ia mengaku sudah pernah ikut memilih pada Pilkada kota tahun 2011 lalu di kota ini. Pengalaman tahun lalu, pihaknya diinformasikan dari pengurus Yayasan Humania, yakni yayasan yang setiap harinya mengurus kaum difable di kota ini.

500 pemilih pemula dari Smansa Jayapura

Ditemui terpisah, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 (Smansa) Jayapura, Arianto Kadir, mengatakan pemilih pemula dari sekolahnya terdapat 500 pelajar. “Rata-rata berusia 17 tahun yang sudah layak untuk berpartisipasi pada Pilkada 15 Februari nanti,” katanya saat ditemui Jubi di sekolahnya, Abepura. Ia menerangkan, 500 pelajarnya itu telah menjalani perekaman dan memiliki e-KTP.

Kendati sudah terdaftar, Arianto menuturkan belum ada sosialisasi bagi para pelajar itu tentang cara memilih satu pasangan calon tersebut. “Sampai hari ini belum ada pihak KPU yang melakukan sosialisasi satu pasangan calon kepada pemilih pemula ini,” ungkap kepala sekolah itu.

Arianto mengaku dapat memberikan pengenalan tentang cara memilih, namun pihaknya memilih untuk menahan diri untuk menghindari adanya salah persepsi dari pihak lain. “Sebenarnya bisa kita sosialisasi hanya saja kami menjaga agar tidak ada kecurigaan dari luar bahwa kami menggiring siswa,” ujarnya. (*)

Artikel ini ditulis oleh Hengky Yeimo dan Agus Pabika

loading...

Sebelumnya

Pelanggar HAM di Papua, Gubernur Papua : Iya militer dan aparat. Siapa lagi punya senjata?

Selanjutnya

Kesulitan biaya, bocah penderita penyakit aneh tak lanjutkan pengobatan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe