Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Lapago
  3. Puluhan pegawai Dinkes Jayawijaya palang kantor
  • Senin, 30 Januari 2017 — 21:15
  • 939x views

Puluhan pegawai Dinkes Jayawijaya palang kantor

“Bapak Sekda jangan lihat kami sepotong-sepotong, tapi tolong lihat kami secara utuh dan kantor dinas kesehatan ini kami tidak mau jadikan terminal artinya tempat ini tidak mau dijadikan jemputan DPA dan dibawa kemana-mana,” jelas Texas.
Diskusi Sekda Jayawijaya bersama ASN dinas kesehatan saat pemalangan kantor Dinas Kesehatan Jayawijaya, Senin (30/1/2017). -Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Wamena, Jubi – Puluhan pegawai memalang kantor Dinas Kesehatan Jayawijaya pada Senin (30/1/2017) menuntut penjelasan adanya restrukturisasi dalam dinas tersebut. Mereka beranggapan pemerintah memilih dan melantik sejumlah pejabat eselon pada (25/1/2017) lalu di Gedung Ukumiarek Asso, kota Wamena, tanpa mengakomodir pegawai orang asli Lembah Baliem.

Texas Huby, pegawai dinas kesehatan, mengatakan para pegawai dinas itu merasa tidak puas terhadap pelantikan yang dilakukan itu. Menurutnya, kebijakan untuk pegawai orang asli lembah Baliem tidak diperhatikan. “Sebagai anak daerah saya tidak terima hasil yang telah ada itu,” katanya kepada Jubi di sela aksi pemalangan, Senin (30/1).

Menurutnya, pelantikan pada (25/1) itu berarti harus melantik orang-orang di bidang dan seksi yang kosong. “Namun yang terjadi ada beberapa seksi dan bidang yang dirombak, sehingga selaku anak daerah tidak menerima hal ini.”

Aksi protes yang ditujukan kepada Sekretaris Daerah Jayawijaya itu meminta keseriusan pemerintah untuk mengakomodir permintaan para pegawai tersebut.

“Bapak Sekda jangan lihat kami sepotong-sepotong, tapi tolong lihat kami secara utuh dan kantor dinas kesehatan ini kami tidak mau jadikan terminal artinya tempat ini tidak mau dijadikan jemputan DPA dan dibawa kemana-mana,” jelas Texas.

Menurutnya, selama ini dirinya merasa bingung dikarenakan kantor dinas kesehatan ada dua, di mana kantor yang ada di Jalan Moay dan kantor Farmasi yang dijadikan kantor administrasi, padahal dirinya mengatahui bahwa gedung farmasi merupakan gedung obat.

Hal senada dikatakan pegawai lainnya, Demianus Huby. Ia meminta pemerintah memperhatikan permintaan mereka agar pegawai asli daerah itu juga diberikan jabatan. “Soal kepangkatan yang ada saat ini beberapa putra asli sudah bisa duduk dalam satu jabatan,” kata Demianus.

Sementara itu, Sekda Yohanis Walilo yang menemui para ASN dinas kesehatan saat pemalangan mengatakan pihaknya belum melakukan perombakan secara keseluruhan. Meski beberapa jabatan telah diisi, namun masih ada juga yang belum, salah satunya jabatan kepala dinas.

Ia juga menjelaskan, pelantikan pejabat tertentu akan dilakukan dengan memperhatikan kinerja dan kemampuannya.

“Untuk kepala dinas kesehatan haruslah memenuhi standar dalam arti pangkatnya harus 4A, dimana jika sudah memenuhi kriteria ini maka akan dilakukan seleksi dan bagi siapa saja yang memenuhi itu berhak mendaftarkan diri,” jelas Yohanes. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Penjabat Bupati Tolikara serahkan DPA 2017 ke pimpinan SKPD

Selanjutnya

BPJS Kesehatan Wamena luncurkan aplikasi mobile screening

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua