Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Politeknik Sorong terima penghargaan MURI
  • Rabu, 01 Februari 2017 — 09:04
  • 1102x views

Politeknik Sorong terima penghargaan MURI

Sekitar 60 spesies rainbowfish termasuk dalam ikan hias air tawar endemik. Ia sangat digemari di kalangan penikmat ikan akuarium, baik di Indonesia, maupun mancanegara. Rainbow Kurumoi adalah spesies target program domestikasi yang dilaksanakan oleh tiga institusi partnersif di atas.
Tim riset International New Guinean Rainbowfishes Politeknik KKP Sorong usai menerima penghargaan MURI – Jubi/IST
Florence Niken
gendis2005.soebroto@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sorong, Jubi – Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Papua Barat meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Penghargaan yang diterima Senin (30/1/2017) ini diterima karena tim riset berhasil membudidayakan secara massal ikan rainbow kurumoi (melanotaenia parva).

Team leader program riset International New Guinean Rainbowfishes, Kadarusman melalui keterangan pers yang diterima Jubi mengatakan, ikan kurumoi adalah ikan pelangi yang sangat atraktif dan mampu beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang terkontrol.  Tubuhnya relatif kecil atau sekitar 12 cm dengan tubuh dibalut sisik berwarna merah.

“Ikan ini disampling di Danau Kurumoi, salah satu danau kecil di daratan tinggi Kabupaten Bintuni. Populasinya terancam punah akibat fluktuasi air danau yang sering mengalami kekeringan pada musim kemarau panjang. Populasinya hanya ditemukan di drainase kecil yang mengitari danau tersebut,” katanya.

Untuk menjangkau Kurumoi dibutuhkan waktu perjalanan dua sampai tiga hari perjalanan menggunakan longboat, kemudian dilanjutkan perjalanan kaki selama dua hari.

Sekitar 60 spesies rainbowfish termasuk dalam ikan hias air tawar endemik. Ia sangat digemari di kalangan penikmat ikan akuarium, baik di Indonesia, maupun mancanegara. Rainbow Kurumoi adalah spesies target program domestikasi yang dilaksanakan oleh tiga institusi partnersif di atas.

Tim mulai menaturalisasi populasinya sejak tahun 2007 dan diperkenalkan ke masyarakat tahun 2014. Dan puncak diseminasinya secara luas pada 2016. Kesuksesan upaya domestikasi ikan hias endemik Papua disebutnya tidak terlepas dari kerja keras antar tim eksplorator dan unit domestikasi.

Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Silvester Simau mengatakan penelitian terhadap ikan endemik Papua 'Rainbow Fish' (melanotaeniidae) berlangsung selama satu dekade.

“Dan dilaksanakan atas kerja sama partnership antara Politehnik KP Sorong, Balai Litbang Budidaya Ikan hias Depok dan IRD Perancis,” katanya.  

Pasalnya tim kembali menargetkan satu spesies dari plato karst di Papua Barat untuk didomestikasi dan dirilis ke masyarakat akuakultur pada akhir tahun ini.

Pada ranah penelitian spesifik, program Rainbow Papua telah menghasilkan 14 spesies baru untuk ilmu pengetahuan, meluluskan 12 mahasiswa (sarjana dan pascasarjana), puluhan publikasi internasional dan dua film dokumenter saintifik. (*)

loading...

Sebelumnya

Suku Maya desak bayar ganti rugi lahan JLW

Selanjutnya

Relawan datangi Kantor Bupati Raja Ampat, ada apa?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe