Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Penghargaan jurnalisme “Octovianus Pogau“ untuk jurnalis Febriana Firdaus
  • Rabu, 01 Februari 2017 — 09:43
  • 2342x views

Penghargaan jurnalisme “Octovianus Pogau“ untuk jurnalis Febriana Firdaus

"Jadi Octo itu berjuang menulis sendiri sejak duduk di bangku SMP sampai di SMA banyak mendapat penghargaan dan terus menekuni profesi tulis menulis yang sangat langkah bagi orang Papua khususnya anak-anak muda," kata pemimpin redaksi Suara Papua.com Arnold Belau saat dikontak Jubi, Selasa (31/1/2017) malam.
Febriana Firdaus - rappler.com
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi- Kemarin 31 Januari 2017,  tepatnya setahun lalu 2016 Octovianus Pogau pergi meninggalkan sesama rekan jurnalis karena sakit.  Jurnalis berusia 23 tahun itu terkenal sangat berani dan membangun portal Suara Papua.com yang sempat diblokir beberapa waktu lalu.

Untuk mengenang keberanian dan perjuangan Octovianus Pogau, Yayasan Pantau memberikan penghargaan Octovianus Pogau kepada Febriana Firdaus. Peraih penghargaan Octovianus Pogau ini adalah  seorang wartawan yang punya nyali meliput beberapa kasus pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Dia mendapatkan Penghargaan Oktovianus Pogau untuk Keberanian dalam Jurnalisme dari Yayasan Pantau, Selasa (31/1/2017).  

“Febriana Firdaus meliput tragedi 1965, sesuatu yang sulit sekali, sampai diskriminasi terhadap kaum LGBT, yang banyak tak dimengerti wartawan. Dia haus pengetahuan dan berani. Dia punya kualitas wartawan bermutu,“ kata Imam Shofwan, ketua Yayasan Pantau, melalui siaran pers yang diterima Koran Jubi, Selasa (31/1/2017). Ketua Yayasan Pantau menyerahkan plakat penghargaan yang terbuat dari kayu dan logam kepada Febriana.

Penghargaan Oktovianus Pogau diberikan untuk pertama kali, Selasa (31/1/2017) tepat setahun setelah meninggalnya jurnalis muda dan juga anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Papua terakhir mengikuti program journalis ke Amerika Serikat. Salah satu warisannya adalah dia turut pula mendirikan protal Suara Papua.com pada 10 Desember 2011 dan menjadi pemimpin redaksi termuda.

"Jadi Octo itu berjuang menulis sendiri sejak duduk di  bangku SMP sampai di SMA banyak mendapat penghargaan dan terus menekuni profesi tulis menulis yang sangat langkah bagi orang Papua khususnya anak-anak muda," kata pemimpin redaksi Suara Papua.com Arnold Belau saat dikontak Jubi, Selasa (31/1/2017) malam.

Lebih lanjut dikatakan dia juga aktif menulis diberbagai media massa seperti Suara Perempuan, Tabloidjubi.com dan The Jakarta Globe serta Papua Pos Nabire dan medialokal lainnya. "Hasil tulisan itu dia posting dalam blog pribadinya, agar bisa dibaca oleh berbagai kalangan,"katanya.

Mahasiswa pasca sarjana FISIP Jurusan Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menambahkan berdasarkan pengalaman tersebut, mendiang Octovianus Pogau mendirikan portal berita Suara Papuua.com.

"Alasan Octo mendirikan media online ini untuk menepis opini publik yang dibangun oleh media mainstream di tingkat nasional terklait isu-isu Papua,"katanya. Dia menegaskan harapan almarhum "Mepa Pogau" sebutan laki-laki dalam bahasa Migani bahwa media di semua lini harus bisa dikelola oleh orang Papua

“Orang Papua bangga pada Okto Pogau. Dia pemuda berani, kritis dan punya prinsip kuat. Di Suara Papua, kami menyuarakan apa yang terjadi di Papua dari kacamata orang Papua. Ini niat besar Pogau untuk ubah cara berpikir orang di luar sana. Penting untuk mengabadikan karya, keberanian, prinsip dan daya kritis tajam yang dimiliki Okto Pogau,“ kata Arnold Belau, pemimpin redaksi Suara Papua.

Sementara itu Pemimpin Redaksi Harian Pagi Koran Jubi, Dominggus A Mampioper menambahkan mendiang Octovianus Pogau saat masih berusia 17 tahun mengirim artikel opini ke Tabloidjubi.com.

"Saya melihat Octo masih muda tetapi mampu menulis artikel opini soal UU Otsus Papua dan masalah sosial di Tanah Papua. Dia sangat muda tetapi memikirkan masalah besar di Tanah Papua," kata Mampioper.

Selain itu Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Papua Eveerth Joumilena mengatakan mendiang Octo Pogau adalah sosok yang berani dan patut menjadi contoh bagi jurnalis di Papua dalam melakukan kerja-kerja journalis.

"Penghargaan Octovianus Pogau bagi jurnalis merupakan suatu penghormatan kepada jurnalis yang berani," katanya.

Peraih pengharhaan Octovianus Pogau jurnalis perempuan, Febriana Firdaus kelahiran Kalisat di Kabupaten Jember pada 1983. Pada 2007, Febriana lulus dari Universitas Airlangga, Surabaya, dan bekerja buat harian Jawa Pos, lantas lima tahun bekerja buat Tempo di Jakarta, termasuk ikut bagian investigasi Tempo.

Dia pindah ke multimedia Rappler, perusahaan asal Manila, cabang Jakarta pada 2014. Pada Juni 2016, ketika meliput protes Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia terhadap seminar anti-pengungkapan tragedi 1965, Febriana diintimidasi segerombolan milisi Front Pembela Islam. Rappler dituduh pro-komunis maupun pro-LGBT. Febriana memutuskan mundur dari Rappler karena beda pendapat soal prosedur liputan. Dia kini menulis freelance buat BBC, Jakarta Post, Time dan Vice serta ikut tim redaksi blog Ingat 65.

Adapun Yayasan Pantau adalah organisasi yang bertujuan meningkatkan mutu jurnalisme di Indonesia. Ia didirikan pada 1999, mulanya berupa majalah hingga 2003, lantas lebih banyak bikin pelatihan jurnalisme, riset media dan penerbitan buku soal jurnalisme.

Penghargaan Oktovianus Pogau tak diberikan uang maupun diadakan acara agar ia bisa melulu diskusi soal seleksi penerima. Yayasan Pantau ingin penghargaan ini berumur selama mungkin tanpa dibebani pendanaan.

Oktovianus Pogau, lahir di Sugapa, pada 5 Agustus 1992 dan meninggal di usia 23 tahun, pada 31 Januari 2016 di Jayapura. Pada Oktober 2011, dia melaporkan pelanggaran terhadap ratusan orang Papua ketika mereka menyelenggarakan Kongres Papua III di Jayapura untuk Jakarta Globe.(*)

Sebelumnya

Diblokir di Indonesia, petisi referendum West Papua tembus 11,000 penandatangan

Selanjutnya

Raih penghargaan Octovianus Pogau, Febriana: Ini bukan tentang saya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe