Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. PI Papua-Merauke kerjasama dengan Australia tangani HIV/AIDS
  • Rabu, 01 Februari 2017 — 20:22
  • 975x views

PI Papua-Merauke kerjasama dengan Australia tangani HIV/AIDS

“Saat ini, Kabupaten Merauke menempati ranking lima dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena, sosialisasi serta pendampingan, dilakukan secara marathon,” ungkapnya.
Ketua Klasis Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua-Merauke, Pdt. Victor N Jelira sedang beri keterangan pers kepada jurnalis dari Jakarta - Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Merauke, Jubi - Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua di Kabupaten Merauke melakukan kerjasama dengan salah satu lembaga donatur dari Negara Australia untuk penanganan serta pendampingan terhadap orang Hidup HIV/AIDS (ODHA).

Hal itu diungkapkan Ketua  Klasis Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua-Merauke, Pdt. Victor N Jelira  kepada Jubi di kantornya Rabu (1/2/2017). Selain donatur dari Australia, kerjasama juga bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke serta Komisi Penanggulangan Aids (KPA).

“Kita di klasis, memiliki komisi khusus yang menangani  dan menanggulangi penyakit HIV/AIDS. Wilayah kerja juga, tidak hanya dalam wilayah kota, tetapi sudah sampai di kampung-kampung,” katanya.

Tugas dan tanggungjawab yang dilakukan adalah selain memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang dampak  penyakit,  juga pendampingan  terhadap para ODHA. Selain itu memotivasi mereka agar  mengkonsumsi obat secara rutin.

Dijelaskan,  meskipun jumlah penderita terus mengalami penurunan, namun yang mendominasi adalah kalangan ibu rumah tangga (IRT) maupun pelajar.

“Saat ini, Kabupaten Merauke menempati ranking lima dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena, sosialisasi serta pendampingan, dilakukan secara marathon,” ungkapnya.

Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, Inge Silvia mengaku, setiap bulan baik para pekerja seks komersial (PSK) maupun pramuria diwajibkan melakukan pemeriksaan secara rutin di rumah sakit. Itu dengan tujuan untuk mengetahui apakah mereka dalam keadaan sehat atau tidak.

“Kita perlu mengetahui apakah selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks atau tidak. Jika muncul penyakit kelamin, dipastikan bersangkutan tak memakai kondom. Sebagai tindaklanjutnya, PSK maupun pramuria, diproses sesuai aturan hukum sampai pengadilan,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pemkab Merauke diingatkan perhatikan anak aibon

Selanjutnya

Masyarakat terancam kelaparan Pemkab Merauke diminta segera bertidak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua