Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Harga bensin bersubsidi di Waisai tidak stabil
  • Kamis, 02 Februari 2017 — 07:03
  • 794x views

Harga bensin bersubsidi di Waisai tidak stabil

Harga bensin murni dan campur selisih Rp2.500 per liter. Akhirnya masyarakat lebih memilih membeli bensin murni dan membeli bahan campuran (Oli) di luar pangkalan.
Ilustrasi Pertamini - IST
Niko MB
ness@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Waisai, Jubi - Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Raja Ampat kini semakin meningkat. BBM merupakan komponen penting dalam memenuhi kehidupan masyarakat Raja Ampat.

Sebagai wujud pembangunan daerah kepulauan ini, pemerintah dan pihak terkait menyediakan BBM Bersubsidi, sehingga masyarakat bisa mendapatkan BBM dengan harga murah.

Selain itu tempat penyediaan BBM bersubsidi pun mudah dijangkau masyarakat yang  berprofesi sebagai nelayan dan usaha lain yang membutuhkan bahan bakar.

Lindert Mambrasar, warga Waisai mengaku harga bensin murni Rp6.500 per liter dan bensin campur Rp9.000 per liter. Namun harga yang dianggap baik dan stabil oleh agen ini kurang memuaskan masyarakat.

Harga bensin murni dan campur selisih Rp2.500 per liter. Akhirnya masyarakat lebih memilih membeli bensin murni dan membeli bahan campuran (Oli) di luar pangkalan.

Beberapa waktu lalu pukul 12.5 WIB di tempat penjualan bahan bakar, si penjual mengatakan, bensin murni hanya bisa dilayani 20 liter. Sedang bensin campur tergantung kemampuan pembeli.

Hal yang menyinggung dan membuat pembeli merasa dibohongi adalah masyarakat diarahkan untuk belanja bensin campur dengan harga Rp9.000 per liter.

"Padahal bensin yang dibeli sama sekali belum dicampur oli dan akan dicampurkan setelah dibayar kepada penjual," ujarnya.

Menurutnya, penjual mencari untung dengan mengakal-akali masyarakat.Hal ini membutuhkan ketegasan pengawasan pemerintah daerah atau pihak terkait.

Depo Pertamina Sorong yang hendak dikonfirmasi berulang kali didatangi enggan berkomentar. Bahkan memilih menghindar dari pandangan wartawan yang hendak ke kantor Depo.

Sekretaris LSM Barapen Rahman Kabel meminta depo dan pengecer BBM harus transparan dalam penetapan harga, apalagi di Waisai kebutuhan BBM cukup tinggi. Salah satunya untuk kebutuhan perahu melayani wisatawan ke pulau-pulau. (*)

Sebelumnya

Tahun depan Timika jadi kota ukuran inflasi Papua

Selanjutnya

BPS: Akhir 2016 jumlah penumpang berangkat dari Papua melonjak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe