PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Masyarakat terancam kelaparan Pemkab Merauke diminta segera bertidak
  • Jumat, 03 Februari 2017 — 12:39
  • 945x views

Masyarakat terancam kelaparan Pemkab Merauke diminta segera bertidak

"Talut pemecah ombak dibuat agar air laut pasang tak masuk ke area pertanian dan perkebunan masyarakat. Ini harusnya isu nasional. Perlu koordinasi antar semua jajaran pemerintah. Kalau tdk diatasi akan terjadi abrasi," ujarnya menjawab pertanyaan Jubi, Jumat (3/2/2017).
Masyarakat di Distrik Waan, Kabupaten Merauke terancam kelaparan - Dok. Jubi
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Pemkab Merauke diminta membangun penampungan bahan makanan ketika tanaman warga gagal panen dan  pemecah ombak guna mengatasi ancaman kelaparan yang rutin terjadi di Distrik Waan, Kabupaten Merauke.

Hal itu disampaikan Legislator Papua dari daerah pemilihan Merauke, Bovendigoel, Asmat dan Mappi, Kusmanto menindaklanjuti informasi yang menyebut masyarakat beberapa kampung di Distrik Waan terancam kekurangan bahan makanan. Hal itu disebabkan tanaman umbi-ubian mereka gagal panen akibat terendam banjir karena curah hujan yang tinggi di wilayah itu beberapa pekan terakhir ini.

"Talut pemecah ombak dibuat  agar air laut pasang tak masuk ke area pertanian dan perkebunan masyarakat. Ini harusnya isu nasional. Perlu koordinasi antar semua jajaran pemerintah. Kalau tdk diatasi akan terjadi abrasi," ujarnya menjawab pertanyaan Jubi, Jumat (3/2/2017).

Jika dua solusi yang ditawarkan itu dianggap tak memungkinkan, pemerintah bisa merelokasi masyarakat di Distrik Waan ke daerah lain di Merauke. Hanya saja itu butuh waktu. Prosesnya bisa lama lantaran ini berkaitan dengan masalah hak ulayat suku lain di wilayah Merauke.

"Kalau dipindahkan ke area ulayat suku lain, perlu dibicarakan agar tak menjadi masalah kemudian. Jadi saya pikir masalah di Waan ini bukan baru kali ini, tapi sudah sering terjadi," imbuhnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Merauke diingatkan segera menindaklanjuti informasi yang menyebut masyarakat beberapa kampung di Distrik Waan terancam kekurangan bahan makanan. Hal itu disebabkan tanaman umbi-ubian mereka gagal panen akibat terendam bajir karena curah hujan yang tinggi di wilayah itu beberapa pekan terakhir ini.

"Daerah Waan itu daratannya tidak luas. Di depan laut bebas dan belakangnya rawa besar. Akibatnya sering terendam banjir. Makanya perlu antisipasi dari pemkab karena kondisi ini sudah sering dialami masyarakat Waan," kata Kusmato.

Ancaman kelaparan terhadap masyarakat beberapa kampung di Distrik Waan dikatakan salah satu rohaniawan Katolik, Pastor Silvester Tokio kepada Jubi pekan lalu, usai mengunjungi umat beberapa kampung di distrik itu.

"Secara umum masyarakat kesulitan mendapat kebutuhan pokok. Apalagi wilayah itu jauh dari kota. Sulit dijangkau. Sebagian besar tanaman umbi-umbian mengalami kerusakan dan tak layak konsumsi. Ini akibat surah hujan dan banjir," kata Pastor Silvester. (*)

Sebelumnya

PI Papua-Merauke kerjasama dengan Australia tangani HIV/AIDS

Selanjutnya

Jual  noken PNG, Jendri Kayat dapat Rp1 juta sehari

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua