Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Ratusan wisatawan batalkan perjalanan ke Raja Ampat
  • Senin, 06 Februari 2017 — 19:34
  • 2751x views

Ratusan wisatawan batalkan perjalanan ke Raja Ampat

Salah seorang wisatawan asal Jerman, Dartone Stanler mengatakan dirinya sudah memesan homestay di Raja Ampat. Namun karena banyaknya permintaan akhirnya ia bertahan di Sorong hingga sepekan mendatang.
Bungalow di atas air di Raja Ampat – kkpr4.net
Niko MB
Editor : Timoteus Marten
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Waisai, Jubi – Ratusan orang wisatawan mancanegara yang hendak menuju ke Raja Ampat terpaksa membatalkan perjalanannya dan memilih bertahan di Kota Sorong, Papua Barat.

Pembatalan tersebut disebut-sebut karena lonjakan wisatawan sehingga sejumlah home stay di Raja Ampat penuh.

Salah seorang wisatawan asal Jerman, Dartone Stanler mengatakan dirinya sudah memesan homestay di Raja Ampat. Namun karena banyaknya permintaan akhirnya ia bertahan di Sorong hingga sepekan mendatang.

Ia juga mengaku sudah memesan penginapan melalui agen-agaen biro perjalanan menuju destinasi wisata di kabupaten bahari itu.

“Satu minggu ini saya sudah booking supaya saya bersabar, karena saya ingin menikmati wisata Raja Ampat yang eksotik,” katanya kepada Jubi di Sorong, Senin (6/2/2017).

Ia pun berharap agar otoritas wisata setempat dapat mengantisipasi lonjakan wisatawan ke Raja Ampat.

Ketua Asosiasi Homestay Raja Ampat, Lindert Mambrasar membantah jika homestay atau penginapan sudah penuh.

Menurut Lindert jumlah homestay yang tersebar di kabupaten itu sebanyak 80 buah. Ia bahkan pesimistis jika jumlah penginapan sebanyak itu tak mampu menampung para wisatawan.

“Kami rasa itu hanya isu. Jumlah homestay sudah cukup. Mungkin pengaturannya saja,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo mengakui jika fasilitas pendukung pariwisata di kabupaten ini masih kurang.

Ia juga mengaku bahwa daerah dengan destinasi wisata bahari ini belum memiliki hotel-hotel berbintang seperti di daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia.

“Kedepan Pemda dan investor akan membangun sejumlah hotel berbintang lima dan rempat rekreasi,” kata Yusdi. (*)

loading...

Sebelumnya

Tujuh penumpang hilang di perairan Raja Ampat

Selanjutnya

Polisi tindak lanjuti dugaan penggelapan dana Rp 1,7 miliar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe