Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Frustasi sosial, picu lonjakan kasus kekerasan domestik di Kepulauan Cook
  • Selasa, 07 Februari 2017 — 05:37
  • 1059x views

Frustasi sosial, picu lonjakan kasus kekerasan domestik di Kepulauan Cook

“Salah satu sebab utama peningkatan kekerasan ini adalah faktor ekonomi dan tingginya biaya hidup. Listrik naik, sewa rumah juga naik, belum biaya makan, pakaian dan kehidupan sehari-hari lainnya jadi makin tak terjangkau,” ungkapt Nga Teinangaro, Manajer di Punanga Tauturu.
Ilustrasi perempuan Kepulauan Solomon berkumpul untuk peringatan Hari Pita Putih di Honiara mengangkat kekerasan domestik - globaleducation.edu.au
PINA
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Laporan Pusat Konseling Perempuan Punanga Tauturu mengungkapkan dalma dua tahun terakhir kasus-kasus kekerasan domestik yang menimpa perempuan di Kepulauan Cook melonjak tajam.

Di tahun 2014 tercatat 54 kasus, lalu melonjak berturut-turut menjadi 131 kasus di tahun 2015 dan 133 kasus tahun 2016.

“Salah satu sebab utama peningkatan kekerasan ini adalah faktor ekonomi dan tingginya biaya hidup. Listrik naik, sewa rumah juga naik, belum biaya makan, pakaian dan kehidupan sehari-hari lainnya jadi makin tak terjangkau,” ungkapt Nga Teinangaro, Manajer di Punanga Tauturu.

Masyarakat jadi lebih mudah frustasi dan cemas, kata dia, dan banyak diantara mereka tidak punya mekanisme dan kemampuan untuk mengatasi beratnya hidup sehari-hari itu.

“Dalam kefrustasian ini, orang-orang tersebut cenderung mencari pelampiasan diri—seperti obat-obatan dan alcohol—berharap dengan itu bisa melupakan masalah-masalah hidup, namun masalah itu tetap ada esok harinya. Sebagian orang malah semakin banyak menenggak minuman, hingga menjadi candu dan kebiasaan yang mengakibatkan kerusakan mental seperti cemas, depresi dan lain-lain,” ujar Teinangaro.

Banyak perempuan menjadi klien Punanga Tauturu dan laki-laki datang meminta dukungan konseling. “Seluruh masyarakat mengalaminya karena ekonomi berdampak pada semua orang di Kepulauan Cook termasuk di Pe Enua.”

Ditambah faktor kebudayaan, dimana masyarakat tidak mau membicarakan hal ini karena merasa malu dan sebagainya. Hal itu juga masih dianggap tabu sehingga sangat sensitif dan ditutupi.

“Bagi laki-laki kadang malah tidak bisa sanggup menunjukkan perasaannya, dan ini sudah menjadi norma dalam masyarakat kami. Karena itu pula mereka melampiaskan kefrustasian mereka dengan cara lain.”

Pada kasus-kasus yang depresi yang sangat brutal, orang membutuhkan psikolog atau psikiatri, konseling intensif dan asesmen bersama para ahli. Semuanya bekerja sama untuk membuat orang tersebut bisa mengatasi dirinya dan melangkah maju.

Di tahun 2015, Punanga Tauturu memberikan 233 sesi konseling dan 276 sesi tahun 2016. Tergantung tingkat keparahan tiap-tiap kasus, maka tiap klien membutuhkan satu jam sesi pertolongan. Itu belum termasuk jam tambahan yang dibutuhkan untuk layanan tambahan di stasiun polisi atau pengadilan.

“Kita bisa pukul rata 10-15 jam per klien bagi yang membutuhkan nasihat hukum tambahan.”

Teinangaro yakin seiring kerja keras yang dilakukan lembaga itu, maka kasus-kasus yang dilaporkan akan bertambah, dan artinya kerja juga akan bertambah. “Semakin meningkat kepedulian terhadap layanan kami, dan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan layanan itu juga meningkat.(*)

loading...

Sebelumnya

Masyarakat sipil Pasifik: “Pemerintah Australia remehkan masa depan kami”

Selanjutnya

Perjanjian Waitangi antara Maori dan Kerajaan Inggris diterbitkan dalam 30 bahasa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe