PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Mama-mama Pasar Enarotali tagih janji Pemda Paniai bangun Pasar tradisional
  • Selasa, 07 Februari 2017 — 09:15
  • 877x views

Mama-mama Pasar Enarotali tagih janji Pemda Paniai bangun Pasar tradisional

“Target kami tahun ini, 2017, lokasi pasar sentral di kota Madi akan selesai. Dan, kepada semua pedagang yang berlokasi di pasar Enarotali dan sekitarnya agar dapat mengikuti kebijakan pemda Paniai,” kata Bupati Hengky.
Inilah kondisi pasar di Enarotali, Paniai. Mama-mama berjualan di pinggir jalan. – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Paniai, Jubi –  Mama-mama Pasar, demikian sapaan bagi pedagang asli Papua, di Enarotali kembali menagih janji pemerintah daerah membangun pasar baru, pasca kebakaran pada 2014 lalu. Karena belum ada pasar, mama-mama terpaksa menggelar dagangannya di atas tanah sepanjang jalan-jalan di sekitar pasar sentral Enarotali, yang didominasi oleh pedagang non-Papua.

Mama Pince Tebai (44), penjual ikan mujair dari Danau Paniai, mengatakan, sejak beberapa tahun lalu pemerintah daerah setempat telah berjanji akan membangun pasar yang layak di lokasi pasar lama yang terbakar, namun hingga sekarang belum terealisasi.

“Kami tunggu pembangunan pasar di jantung kota Enarotali ini karena tahun 2015 lalu sudah disurvei. Sampai sekarang ini belum ada tanda-tanda mau dibangun,” kata mama Pince, ketika ditemui Jubi di Enarotali, Senin, (6/2/017).

Terpisah, Bupati Paniai, Hengky Kayame, pernah mengatakan, bahwa pihaknya berencana akan memindahkan ratusan pedagang itu dari Pasar Enarotali ke lokasi yang baru, yakni pasar sentral Kota Madi, dalam tahun ini.

“Target kami tahun ini, 2017, lokasi pasar sentral di kota Madi akan selesai. Dan, kepada semua pedagang yang berlokasi di pasar Enarotali dan sekitarnya agar dapat mengikuti kebijakan pemda Paniai,” kata Bupati Hengky.

Rencana pemda untuk memindahkan pedagang mendapat penolakan karena dianggap jauh dari pusat keramaian.

“Kami dengar pak bupati mau pindahkan pasar ke Madi, tapi pedagang dan pembeli siapa yang akan ke sana (Madi). Terlalu jauh sekali,” keluh mama Pince.

Sementara itu, mama Yosina, pedagang pinang, yang mengklaim mewakili 70 pedagang pinang di pasar itu meminta ada perhatian pemerintah untuk membangun tempat khusus pedagang pinang di pasar Enarotali itu. Saat ini, puluhan pedagang pinanang yang sebagian besar perempuan itu berjualan di pinggiran jalanan.

“Tiap hari kami berjualan di pinggir jalan makan debu, walapun pimpinan daerah sering lewat di sini. Kami rasa diabaikan,” kata mama Yosina.

Yosina menuturkan, pasar Enarotali menjadi sentra ekonomi bagi warga di Paniai. Karena itu, ia meminta pemda melihat alternatif lain untuk menempatkan mereka. “Kita perlu alternatif lain dari pasar di kota kecamatan karena jarak itu yang lebih dekat, bukan di Madii,” ucapnya. (*)

Sebelumnya

Perlebar sayap, KNPB wilayah Deiyai terbentuk

Selanjutnya

Pemkab Paniai apresiasi Muspasme

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua