PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. BPSDM ingkar, Pelajar Papua di AS terpaksa pulang, di Kanada menumpang-numpang
  • Rabu, 08 Februari 2017 — 08:22
  • 2225x views

BPSDM ingkar, Pelajar Papua di AS terpaksa pulang, di Kanada menumpang-numpang

“Kami malu sekali hanya janji dan janji terus kepada host family. Apalagi mereka orang barat, bicaranya kan to the point. Syukur juga ada yang masih mau beri kami waktu beberapa bulan,” ujar seorang mahasiswa di sekolah Green River Collage, Auburn, Washington AS.
Sebagian mahasiswa di AS ini terpaksa menumpang di apartemen rekan sesama mahasiswa - facebook/Julian Howay
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua dituding ingkar janji karena belum juga mengirimkan dana beasiswa bagi pelajar-pelajar Papua di Amerika Serikat dan Kanada.

“Pemerintah provinsi melalui BPSDM sudah janji untuk kirimkan (dana beasiswa) tanggal 29 Januari lalu, tapi ini sudah lewat, dan dompet sudah kosong ini. Malah dua orang pelajar Papua yang SMA terpaksa pulang karena pemprov belum kirim uang juga,” ujar seorang mahasiswa asal Meepago di Green River Community College (GRCC), Washington, AS kepada Jubi Selasa (7/2/1017).

Hal serupa diungkap oleh Kristian Wenda, mahasiswa Papua yang berkuliah di Kanada. Melalui surat elektroniknya pada Jubi, Senin (6/2) sudah sekitar 3 bulan para pelajar Papua di Kanada belum terima beasiswa.

“Kami berusaha berulang kali untuk menghubungi mereka (BPSDM) melalui email, lalu tanggapan mereka menjanjikan akan mengirimkannya dalam minggu ke tiga di bulan Januari. Tapi sudah memasuki minggu ke dua di bulan Februari ini belum ada,” ujar Wenda.

Telatnya pengiriman itu, lanjut Wenda, membuat 15 anak SMA di Bronte College dan 20 mahasiswa/i di Humber College sebagian besar terpaksa tidak lanjutkan kuliah, atau membatalkan semester.

“Lebih mirisnya lagi ada yang dikeluarkan dari kelas tidak boleh mengikuti pelajaran karena belum memperpanjang izin tinggal/VISA yang mengurusnya itu butuh uang.  Sebgain kami juga ada yang sudah d keluarkan pemilik rumah kos karena terlambat membayar,” ungkap Wenda.

Dirinya mengaku mereka bisa sedikit bertahan dua bulan terakhir karena mendapat bantuan dari pihak gereja dan juga Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Kondisi serupa juga dialami para pelajar di GRCC AS. Sejak September tahun lalu mereka mengaku dalam keadaan “lampu kuning menuju lampu merah” yang berarti dalam kondisi keuangan yang sangat pas-pasan.

“Kami telah dikirim uang akomodasi dari Pemprov dalam hal ini BPSDM Papua pada musim gugur, itupun hanya sebagian, tidak seperti musim panas lalu,” ujar mahasiswa GRCC asal Meepago itu dalam surat elektroniknya.

Menurut dia beberapa mahasiswa/I yang tinggal menumpang di rumah ‘induk semang’ (host family) sudah ada yang dikeluarkan karena jangka waktu pembayaran uang sewa tumah sudah habis. 

“Kami malu sekali hanya janji dan janji terus kepada host family. Apalagi mereka orang barat, bicaranya kan to the point. Syukur juga ada yang masih mau beri kami waktu beberapa bulan,” ujar seorang mahasiswa di sekolah Green River Collage, Auburn, Washington AS.

Namun tidak semua pemilik rumah sewa punya rasa toleransi. Dua pelajar Papua SMA terpaksa kembali ke Papua karena tidak tahan situasi tersebut.

“Kalau  tidak lagi bayar, akan dideportasi ke negara asal, itu kata host family ke kedua siswi SMA yang kembali ke Papua itu. Itulah sebab mereka memilih pulang sebelum barang-barangnya dikseluarkan secara kasar,” ujarnya.

Para pelajar di GRCC berharap Pemprov segera merespon keadaan mereka. “Di AS ini buang air kecil di jalan saja denda, apa lagi dalam segala hal seluk beluk kehidupan. Kalau kata petuah lama Meepago , ‘Meka makida make dugi/nota naidi kouko peukiyokao’ (rasa lapar/susah di tanah orang paling buruk dibanding di tanah asalnya,” ujarnya.(*)

Sebelumnya

MIFEE dan KSPP, pinggirkan OAP dan tingkatkan laju pendatang?

Selanjutnya

Gubernur Papua ; Negara tidak mengindonesiakan Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua