Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Tujuh Balita di Pontianak Meninggal Akibat Gizi Buruk
  • Rabu, 08 Februari 2017 — 13:05
  • 2185x views

Tujuh Balita di Pontianak Meninggal Akibat Gizi Buruk

sebagian besar kasus gizi buruk disebabkan oleh perilaku asuh,dan penyakit bawaan, bukan semata karena kekurangan asupan makanan saja.
Capt: Ilustrasi Gizi Buruk (Jubi/Aktual.co)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Pontianak, Jubi - Kurun, 2015 hingga 2016, tercatat sebanyak tujuh balita meninggal karena kasus gizi buruk di kota Pontianak, Kalimantan Barat. sebagian besar kasus gizi buruk disebabkan oleh perilaku asuh,dan penyakit bawaan, bukan semata karena kekurangan asupan makanan saja.

"Terdata tahun 2015, tiga orang anak meninggal, tahun 2016 empat orang balita yang meninggal karena kasus gizi buruk," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu di Pontianak, Rabu. (8/2)

Ia menjelaskan, di tahun 2010, terdata sebanyak 30 kasus, kemudian tahun 2011 meningkat menjadi 41 kasus, sementara pada tahun 2012 kembali lagi meningkatkan menjadi 52 kasus gizi buruk.

"Untuk rentang antara tahun 2013 hingga tahun 2016 dilihat dari data, kasusnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya, yakni tahun 2013 sebanyak 43 kasus, tahun 2014 sebanyak 29 kasus, tahun 2015 sebanyak 27 kasus,dan tahun 2016 sebanyak 27 kasus gizi buruk," ungkapnya.

Secara geografis, Pontianak Timur dan Pontianak Utara masih menjadi kecamatan penyumbang jumlah kasus gizi buruk terbanyak, dibanding empat kecamatan lainnya.

Ia menambahkan, masalah gizi buruk bukan semata tanggung jawab dari Dinas Kesehatan,namun semua lintas sektoral juga wajib konsen akan masalah tersebut. Karena masalah gizi, kompleks mulai dari ketersediaan pangan, perilaku masyarakat, kemampuan ekonomi,dan lain-lain.

Menurut dia, di sektor kesehatan pihaknya, ibarat "penjaga gawang" artinya pihaknya secara rutin melakukan penimbangan setiap bulannya,kemudian masyarakat diimbau melakukan penimbangan anaknya ke Posyandu setiap bulan."Kalau ditemukan kasus, jangankan kasus gizi buruk, gizi kurang saja, harus segera waspada jangan sampai anak itu masuk kepada kategori gizi buruk," katanya. (*)

 

loading...

#

Sebelumnya

Investor terganjal pasokan listrik

Selanjutnya

Warga Nunukan Serahkan Senjata Api Rakitan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe