Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Gubernur Papua ; Negara tidak mengindonesiakan Papua
  • Rabu, 08 Februari 2017 — 14:38
  • 6296x views

Gubernur Papua ; Negara tidak mengindonesiakan Papua

“Kalau masalah Papua ini menjadi isu internasional, itu bukan kelemahan gubernur, bukan kelemahan bupati dan bukan juga kelemahan pemerintah Provinsi Papua. Tapi kelemahan negara yang tidak bisa mengelola Provinsi Papua ini,” kata Gubernur Enembe, saat apel pagi di Kantor Gubernur Papua, Senin (6/2/2017).
Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama Presiden Indonesia, Joko Widodo saat peletakan batu pertama Pasar Mama-Mama Papua - Dok. Jubi
Victor Mambor
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua, Lukas Enembe menyebutkan masalah yang terjadi di Papua selama ini disebabkan oleh kelemahan negara karena tidak bisa mengelola provinsi paling timur di Indonesia ini.

“Kalau masalah Papua ini menjadi isu internasional, itu bukan kelemahan gubernur, bukan kelemahan bupati dan bukan juga kelemahan pemerintah Provinsi Papua. Tapi kelemahan negara yang tidak bisa mengelola Provinsi Papua ini,” kata Gubernur Enembe, saat apel pagi di Kantor Gubernur Papua, Senin (6/2/2017).

Ia memberikan contoh penolakan draft RUU Otsus Plus yang menurutnya adalah solusi paling baik untuk menyelesaikan persoalan di Papua selama ini. Selain soal Otsus Plus, Gubernur Enembe juga menyinggung masalah penegakkan hak asasi manusia di Tanah Papua yang tidak kunjung diselesaikan.

“Orang Papua banyak dibunuh, tidak pernah diselesaikan satu persatu. Ditembak seperti binatang saja. Saya dengar pemerintah dan Komnas HAM mau selesaikan. Mana? Sampai hari ini belum selesai juga,” kata Enembe.

Lanjutnya, ketidakmampuan negara dalam menyelesaikan satu persatu masalah di Papua ini disaksikan oleh setiap orang dari luar Indonesia yang datang ke Papua. Mereka yang datang ini lalu menyampaikan informasi ini kepada dunia internasional.

“Inilah kelemahan negara. Negara tidak mampu mengelola provinsi ini, tidak mampu mengayomi orang Papua dan tidak mengindonesiakan Papua,” ujar enembe.

Menurutnya, tugas negaralah untuk mengindonesiakan Papua.

“Kalau mau mengindonesiakan Papua, caranya berbeda. Buat orang Papua sejahtera, buat orang Papua damai dan buat orang Papua bisa taat dan tunduk pada negara,” kata Enembe. (*)

loading...

Sebelumnya

BPSDM ingkar, Pelajar Papua di AS terpaksa pulang, di Kanada menumpang-numpang

Selanjutnya

Gawat, 60 persen karyawan Freeport akan di PHK

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6198x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5775x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3941x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe