Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Tak ada penadah, tangkapan ikan nelayan lokal dibuang
  • Kamis, 09 Februari 2017 — 17:33
  • 670x views

Tak ada penadah, tangkapan ikan nelayan lokal dibuang

“Saya melihat langsung ikan dibuang nelayan lokal Papua setelah melakukan pelayanan di kampung-kampung. Ya, karena tak ada yang bisa membeli sekaligus menampung,” tuturnya.
Peralatan nelayan di Merauke - Jubi/Ans K
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Merauke, Jubi - Para nelayan lokal di Distrik Kimaam dan Distrik Waan, Kabupaten Merauke mengungkapkan keluhanya setelah ikan tangkapan mereka tidak terjual. Tak ada penadah yang dapat membeli dan menampung, setelah perusahaan di Wanam, Distrik Ilwayab ditutup beberapa tahun silam.

Pastor Paroki Batu Merah-Kimaam, Romo Silvester Tokio kepada Jubi, Kamis (8/2/2017) mengatakan, ada nilai positif dan negatif pasca ditutupnya moratorium perikanan yang mengakibatkan penutupan perusahaan asing di Wanam. Kalau nilai positifnya ikan bertambah banyak dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan saat hendak membuang jaring.

Hanya saja, lanjut Romo Silvester, hasil tangkapan  ikan jenis kakap, kerabu serta beberapa jenis lain berlebih.

“Saya melihat langsung ikan dibuang nelayan lokal Papua setelah melakukan  pelayanan di kampung-kampung. Ya, karena tak ada yang bisa membeli sekaligus menampung,” tuturnya.

Secara umum, demikian Pastor Silvester, kehidupan masyarakat setempat adalah nelayan. Jika hasil tangkapan ikan tidak terjual, otomatis merela tak dapat  membeli beras serta beberapa kebutuhan pokok lain.

Secara terpisah salah seorang warga Kimaam, Emanuel Buyuka mengakui jika potensi yang dimiliki masyarakat di Waan serta Kimaam adalah ikan dan menjadi salah satu sumber pendapatan.

“Memang sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat kesulitan menjual ikan, lantaran salah satu perusahaan asing di Wanam yang biasa menampung ikan, tak beroperasi lagi, setelah adanya moratorium dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pujiastuti,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Penyelesaian stadion Katalpal Merauke tak bisa hanya andalkan APBD

Selanjutnya

Jarak tempuh paling dekat 15 kilometer, pelintas batas ke Sota dengan jalan kaki

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua