Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Harga pinang anjlok karena dibanjiri pasokan luar
  • Kamis, 09 Februari 2017 — 17:48
  • 1138x views

Harga pinang anjlok karena dibanjiri pasokan luar

"Tahun ini musim panen pinang sangat banyak, tidak heran banyak pinang yang dikirim dari luar Kota Jayapura, harga juga lebih murah dari biasanya," kata Yoseb kepada Jubi di Pasar Youtefa, Kamis (9/2/2017).
Aktivitas jual-beli pedagang yang menunggu pinang dari Koya, Arso, dan Skow Perbatasan PNG di depan pintu masuk pasar baru Youtefa – Jubi/ Agus Pabika
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Yoseb Wouw, penjual pinang di pasar baru Youtefa mengaku penyebab turunnya harga pinang di Youtefa karena banyaknya pasokan pinang dari Kota Sorong.  

"Tahun ini musim panen pinang sangat banyak, tidak heran banyak pinang yang dikirim dari luar Kota Jayapura, harga juga lebih murah dari biasanya," kata Yoseb kepada Jubi di Pasar Youtefa, Kamis (9/2/2017).

Dengan banyaknya pinang yang masuk ke Pasar Youtefa, jelasnya, harga juga ikut turun. Misalnya pinang satu oki sekarang bisa menjadi Rp50 ribu hingga Rp70 ribu, tergantung isi dari buah pinang tersebut.

"Harga  per karung untuk ukuran sak 15 kg Rp300 ribu hingga Rp500 ribu dan untuk ukuran sak 25 kg Rp700 ribu hingga Rp900 ribu, biasanya yang dibeli dalam karung langsung dikirim ke kabupaten-kabupatenpegunungan sesuai pesanan atau langanan masing-masing," katanya.

Any, pedagang jual-beli pinang di Pasar Youtefa mengatakan, akibat musim pinang harga pun ikut menurun. Tapi ia tidak sependapat bila banyaknya pinang tersebut kiriman dari luar Kota Jayapura.

"Kebanyakan pinang yang masuk dari Koya, Skow perbatasan PNG, dan Keerom-Arso, dari luar sendiri tidak ada atau mungkin saya yang belum dengar dan beli dari mereka," katanya.

Any menambahkan, pinang yang dibeli dirinya dalam bentuk oki, lalu ia menjualnya dengan per tumpukan pada meja yang disusunnya dengan harga berbeda-beda sesuai banyaknya tumpukan, seperti harga Rp10 ribu, Rp20 ribu, Rp50 ribu, hingga Rp200 ribu dan bahkan Rp500 ribu.

"Untuk untung pasti adalah… kadang hanya kembali modal saja, mau tidak mau kami putar otak dengan menjual dengan harga murah dan kirim ke teman kami di kabupaten lain," tutur perempuan asal Bugis yang sudah berjualan pinang tiga tahun belakangan ini. (*)

loading...

Sebelumnya

Masyarakat Nendali panen ikan bantuan PT Pertamina

Selanjutnya

Bank Indonesia telah musnahkan uang lusuh Rp124,9 miliar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe