Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Pemkot Sorong akui maraknya perburuan pari macan
  • Kamis, 09 Februari 2017 — 18:02
  • 1267x views

Pemkot Sorong akui maraknya perburuan pari macan

“Salah satunya sosialisasi ke masyarakat dan nelayan yakni dengan memasang spanduk baliho, serta papan yang di beri foto-foto ikan yang dilindungi sehingga nelayan dapat memahami,” katanya kepada Jubi di Sorong, Kamis (9/2/2017).
Ilustrasi sirip-sirip hiu dari perairan Raja Ampat yang telah kering siap dijual kepada penadah di Sorong, Papua Barat. Sirip hitam dijual Rp 1 juta per kilogram, sementara sirip hiu yang berwarna putih di ujung dijual dengan harga Rp 1,5 juta per kilogram – Jubi/dw.com
Niko MB
Editor : Timoteus Marten
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sorong, Jubi – Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Sorong, Papua Barat mengakui adanya perburuan dan penjualan ikan pari macan di perairan Sorong, terutama di Pelabuhan Jembatan Puri.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Sorong, Rudi Laku mengatakan ikan-ikan didaratkan di Pelabuhan Sorong.

Meski demikian, ia mengaku pihaknya sudah melarang perburuan dan penjualan ikan-ikan yang dilindungi semacam pari macan. Pihaknya bahkan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan nelayan.

“Salah satunya sosialisasi ke masyarakat dan nelayan yakni dengan memasang  spanduk baliho, serta papan yang di beri foto-foto ikan yang dilindungi sehingga nelayan dapat memahami,” katanya kepada Jubi di Sorong, Kamis (9/2/2017).

Ia juga mengakui nelayan-nelayan mendapatkan ikan dengan pancingan. Ikan-ikan yang didapat atau tersangkut pada kailnya lalu dijual di pelabuhan terdekat.

Disebutkan, ikan-ikan didapat dari Periaran Raja Ampat, Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan.

Aktivis lingkungan dan satwa Kota Sorong, Edi Subagio meminta agar Pemerintah Kota melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Sorong agar mengawasi aktivitas nelayan, terutama untuk menyelamatkan spesies yang dilindungi.

“Sehingga nelayan tidak leluasa menjualnya,” kata Edi. (*)

loading...

Sebelumnya

Polsek Sorong Barat bentuk FKPM

Selanjutnya

Polisi sita sejumlah dokumen Dishub Kota Sorong

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe