Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Delapan Negara Lawan Trump Soal Anti Aborsi Global
  • Kamis, 09 Februari 2017 — 19:19
  • 1157x views

Delapan Negara Lawan Trump Soal Anti Aborsi Global

Swedia, Denmark, Belgia, Luksemburg, Finlandia, Kanada, dan Tanjung Verde memberikan dukungan,
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Jubi/CBSNews.com)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Stockholm, Jubi- Delapan negara secara bersama-sama memprakarsai pengumpulan dana jutaan dolar AS,mengganti kerugian akibat larangan Presiden Donald Trump terhadap kelompok di seluruh dunia, yang didanai AS, untuk menyediakan informasi mengenai aborsi, kata Wakil Perdana Menteri Swedia Isabella Lovin di Stockholm.

Kepada Reuters, dia mengatakan bahwa pertemuan akan digelar di Brussels, Belgia, pada 2 Maret 2017 untuk memulai penggalangan dana guna membantu sejumlah lembaga swadaya masyarakat di bidang keluarga berencana, yang terkena dampak larangan Trump tersebut.

Pada Januari, Belanda mengumumkan peluncuran pendanaan global untuk membantu perempuan mendapatkan pelayanan aborsi dengan menyatakan bahwa aturan pembatasan global, yang dikeluarkan Trump, akan menyebabkan kekurangan dana sekitar 600 juta dolar AS selama empat tahun mendatang.

Swedia, Denmark, Belgia, Luksemburg, Finlandia, Kanada, dan Tanjung Verde memberikan dukungan, kata Lovin.

"Kebijakan pembatasan tersebut agaknya mengancam banyak perempuan," kata Lovin, Bulan ini dia berpose dengan dengan tujuh perempuan pejabat lain menandatangani rancangan undang-undang lingkungan, aksinya ini untuk menanggapi foto Trump menandatangani perintah larangan tersebut di Gedung Putih bersama lima pria penasihatnya.

Larangan berdampak pada kinerja sejumlah lembaga swadaya masyarakat AS berkiprah di dunia itu adalah salah satu sikap presiden baru tentang hak aborsi. Hal itu dibuat di bawah pemeritahan Presiden Ronald Reagan pada 1984.

Dalam salah satu acara di Gedung Putih dalam empat hari masa jabatannya, Trump menandatangani pelarangan itu. Barack Obama mencabut pelarangan itu pada 2009 saat baru menjabat Presiden AS.

"Kalau tidak mengendalikan tubuh dan nasibnya, maka perempuan dapat memberikan konsekuensi sangat serius bagi cita-cita global mengenai hak gender dan pemberantasan kemiskinan," kata Lovin.(*)

 


 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

270 Pelajar Norwegia Putus Sekolah Akibat Sindrom Kelelahan Kronis

Selanjutnya

Kemarau Panjang di Kenya Perparah Konflik Antara Manusia dan Hewan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe