Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Kemarau Panjang di Kenya Perparah Konflik Antara Manusia dan Hewan
  • Kamis, 09 Februari 2017 — 19:21
  • 1291x views

Kemarau Panjang di Kenya Perparah Konflik Antara Manusia dan Hewan

"Akibatnya ialah kita tampaknya akan menyaksikan peningkatan kasus konflik antara manusia-hewan liar pada tahun ini,"
Ilustrasi Kemarau Panjang (Jubi/Okezone.com)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Nairobi, Jubi - Kemarau parah di Kenya tampaknya akan meningkatkan konflik antara manusia-hewan, demikian peringatan pecinta hewan di negeri itu pada Rabu (8/2).

Direktur Dana Internasional buat Kesejahteraan Hewan (IFAW) di Wilayah Afrika Timur James Isiche mengatakan di Nairobi, kekurangan air dan lahan penggembalaan akan memaksa hewan liar keluar dari daerah perlindungan untuk mencari air.

"Akibatnya ialah kita tampaknya akan menyaksikan peningkatan kasus konflik antara manusia-hewan liar pada tahun ini," kata Isiche kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi (9/2)

Isiche mengatakan akibat kemarau, kondisi gajah di wilayah itu sangat menyedihkan. sebab hewan itu tampaknya akan berhadapan dengan ternak peliharaan dan manusia sewaktu mereka semua mencari air.

"Gajah cenderung bergerak berkelompok. Gajah tua dan muda tampaknya akan terkena dampaknya sebab mereka lebih lemah," kemukanya pada konferensi mengenai pembangunan kemampuan dalam penanganan perantara ternak peliharaan-hewan liar.

IFAW menyatakan lembaga tersebut akan menghadapi tugas yang teramat besar, untuk menghindari kematian hewan akibat konflik manusia-hewan liar. Sebagian tindakan yang dapat dilakukan, antara lain meliputi pengerahan petugas penjaga satwa untuk memisahkan hewan liar dengan manusia.

Isiche mengatakan kemarau telah bertambah parah, akibat perusakan daerah resapan air penting di Kenya.

Pencinta hewan menyatakan kemarau dapat menjungkir-balikkan prestasi yang dibuat untuk mengurangi kematian gajah akibat perburuan liar.

Jumlah gajah yang dibunuh oleh pemburu liar telah berkurang dari rata-rata 350 gajah per tahun pada 2012 jadi kurang dari 200 gajah saat ini.(*)
 

loading...

#

Sebelumnya

Delapan Negara Lawan Trump Soal Anti Aborsi Global

Selanjutnya

Pengungsi Bukan Beban, Tapi Aset Untuk Ekonomi Kenya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe