Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Dituduh pukul anggota DPR RI, Presdir Freeport minta maaf atas polemik yang terjadi
  • Jumat, 10 Februari 2017 — 08:11
  • 1100x views

Dituduh pukul anggota DPR RI, Presdir Freeport minta maaf atas polemik yang terjadi

“Saya sangat menghargai Komisi VII DPR RI atas masukan dan pertanyaan yang konstruktif. Hal yang terjadi setelah rapat adalah hal yang tidak diinginkan oleh pihak manapun. Dengan tulus saya memohon maaf pada Komisi VII DPR RI atas polemik yang terjadi,” kata Chappy
residen Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia (PTFI), Chappy Hakim - tempo.co
Victor Mambor
victor_mambor@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia (PTFI), Chappy Hakim membantah pemberitaan beberapa media massa yang menyebutkan ia memukul  anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Hanura Muhtar Tompo seusai rapat kerja degan perusahaan pertambangan di DPR-RI, Kamis (9/2/2017).

Kepada Jubi, Kamis malam, Presdir Freeport ini mengatakan tidak benar telah terjadi pemukulan. Yang terjadi setelah rapat kerja Komisi VII dengan sembilan perusahaan termasuk pada saat Muhtar Tompo menghampiri dirinya, ia menanyakan tanggapan anggota DPR RI tersebut mengenai ketidakkonsistenan perusahaan dan meminta Muhtar untuk menunjukkan ketidak konsistenan tersebut.

“Saya sangat menghargai Komisi VII DPR RI atas masukan dan pertanyaan yang konstruktif. Hal yang terjadi setelah rapat adalah hal yang tidak diinginkan oleh pihak manapun. Dengan tulus saya memohon maaf pada Komisi VII DPR RI atas polemik yang terjadi,” kata Chappy

Ia memastikan akan tetap mematuhi hukum dan seluruh peraturan di Indonesia.

“Saya berharap dapat terus bekerjasama dengan berkontribusi kepada seluruh pemangku kepentingan di Papua dan Indonesia,” ujar Chappy.

Sebelumnya, anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan, Akbar Faisal menuntut permintaan maaf dari Presdir PTFI ini. Akbar menuding Chappy Hakim telah memukul Muhtar Tompo dan menganggap perilaku tersebut sebagai penghinaan terhadap pemerintah dan rakyat Indonesia.

“Saya menuntut manajemen Freeport untuk memberhentikan Chappy Hakim sebagai Presdir PTFI. Saya juga mendesak Presiden Indonesia untuk menghentikan sementara seluruh perjanjian dan kesepakatan dengan Freeport hingga batas waktu yang belum ditentukan,” kata Akbar melalui rilis persnya yang diterima Jubi.

Menurut Akbar, tindakan Presdir PTFI ini sungguh-sungguh keluar dari etika dan sebagai perilaku barbar. Pemerintah diminta bersikap tegas untuk menegakkan kehormatan Indonesia karena Muhtar Tompo adalah wakil rakyat Republik Indonesia yang mendapat mandat resmi berdasarkan konstitusi Republik Indonesia. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Tanah Papua kini punya dua Komnas HAM Perwakilan

Selanjutnya

Presiden Jokowi diminta buka Kantor Perwakilan di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua