Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BEI catat jumlah investor di Papua 2.335 orang
  • Jumat, 10 Februari 2017 — 13:31
  • 728x views

BEI catat jumlah investor di Papua 2.335 orang

“Untuk KIS kita akan mulai Jumat (10/2/2017) sore dengan mengundang kembali peserta SPM lalu, kemudian mengaplikasikan menjadi investor aktif dengan bertransaksi di bursa saham,” lanjutnya.
Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Papua di Kota Jayapura – Jubi/ Sindung
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Hingga Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Papua mencatat 2.335 investor di Papua. Mereka terdiri dari segmen mahasiswa, Pegawai Negeri Sipil, masyarakat umum, dan karyawan swasta.

“Ke depan tak hanya mendaftar jadi investor saja, tetapi bisa aktif bertransksi dan memilih saham sertan menganalisa dengan membuka Klinik Investasi Saham (KIS), sekolah lanjutan dari Sekolah Pasar Modal (SPM)yang langsung aplikatif ke saham,” ujar Krisna Aditya Payokwa, kepala BEI Perwakilan Papua kepada Jubi, Kamis (9/2/2017).

Selain mencari investor, katanya, edukasi program ‘Yuk Menabung Saham’ yang mengimbau, akan dilanjutkan dengan aplikasikan langsung, dimulai dari univesitas yang bekerja sama dengan BEI.

“Untuk KIS kita akan mulai Jumat (10/2/2017) sore dengan mengundang kembali peserta SPM lalu, kemudian mengaplikasikan menjadi investor aktif dengan bertransaksi di bursa saham,” lanjutnya.

Ditanya mengenai jumlah total transaksi, Oka panggilan akrab Krisna mengatakan, kurang lebih transksi daerah di Papua bisa mencapai Rp70 miliar hingga Rp100 miliar per bulan.

“Ini fluktuatif ya, jadi keinginan kita semua dapat bertransaksi aktif, kita pernah juga menembus angka total transksi hingga Rp200 miliar per bulan,” ujar Oka.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2016, literasi dan inklusi keuangan Indonesia meningkat signifikan, namun tidak bagi Papua dan Papua Barat.

Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Perwakilan Papua dan Papua Barat Misran Pasaribu mengatakan, tingkat literasi dan inklusi keuangan kedua provinsi masih rendah dibanding provinsi lain di Indonesia.

"Indeks literasi terkecil masih dipegang provinsi Papua Barat yang hanya 19,27 persen, ini urutan terakhir dari 34 provinsi, sedangkan Papua 22,18 persen urutan ke-32,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Bank Indonesia telah musnahkan uang lusuh Rp124,9 miliar

Selanjutnya

USAID akan latih Pengusaha asli Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe