Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Jarak tempuh paling dekat 15 kilometer, pelintas batas ke Sota dengan jalan kaki
  • Jumat, 10 Februari 2017 — 13:46
  • 1057x views

Jarak tempuh paling dekat 15 kilometer, pelintas batas ke Sota dengan jalan kaki

“Mereka berstirahat satu, dua hari di Sota, baru kembali dengan membawa beberapa kebutuhan seperti beras, minyak goreng dan lain-lain,” katanya.
Jalan setapak yang biasa dilalui warga PNG ketika datang di Distrik Sota untuk berjualan - Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Merauke, Jubi – Pelintas batas asal negara Papua Niugini  harus menempuh jarak minimal 15 kilometer untuk sampai ibukota Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua.

“Ada satu kampung di negara PNG yang paling dekat. Belum dengan kampung lainnya yang sangat jauh. Namun, warga dari negara tetangga itu, tetap datang membawa hasil alamnya untuk dijual,” kata Kapolsek Sota, Iptu Maaruf kepada Jubi, Kamis (9/2/2017).

Oleh karena perjalanan pulang jauh, kata Maaruf mereka tidak langsung balik ke negara asalnya.

“Mereka berstirahat satu, dua hari di Sota, baru kembali  dengan membawa beberapa kebutuhan seperti beras, minyak goreng dan lain-lain,” katanya.

Maaruf mengungkapkan, para pelintas batas itu membawa dagangannya berupa tanduk rusa, ikan serta beberapa hasil alam lainnya.

“Setiap hari,  warga PNG yang datang di Sota sekitar 7-8 orang. Umumnya mereka berjalan kaki. Hanya satu-dua orang mendayung sepeda dengan membawa hasil alamnya untuk dijual,” ungkap dia.

Kepala Distrik Sota, Mike Walinaulik menambahkan, warga  Papua Niugini biasa masuk negara Indonesia dengan menggunakan kartu pelintas batas.

“Setelah hasil bumi mereka jual, uangnya digunakan membeli beberapa kebutuhan pokok dari Indonesia. Itu sudah menjadi kebiasaan  dari waktu ke waktu,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tak ada penadah, tangkapan ikan nelayan lokal dibuang

Selanjutnya

Kapolres Merauke didesak tutup pasar malam

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 9691x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3389x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2124x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe