Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Pengungsi Bukan Beban, Tapi Aset Untuk Ekonomi Kenya
  • Jumat, 10 Februari 2017 — 19:21
  • 1283x views

Pengungsi Bukan Beban, Tapi Aset Untuk Ekonomi Kenya

"Kehadiran pengungsi di Kenya telah menjadi berkah buat ekonomi-makro sebagaimana terbukti melalui permintaan yang lebih tinggi akan barang dan layanan dan penyediaan tenaga kerja trampil,"
Sejumlah anak di luar tenda pengungsian, dekat kamp pengungsian di Dagahaley , Dadaab, Kenya. ( Jubi/MSF.org)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Nairobi, Jubi- Ribuan pengungsi yang telah menetap di kamp sementara di kabupaten perbatasan Kenya Utara, adalah aset dan bukan beban buat ekonomi lokal, kata Bank Dunia dalam laporan yang dikeluarkan di Nairobi.

Menurut laporan tersebut "Economics of Refugeees and their Social Dynamics in Kakuma, Kenya", negara Afrika Timur itu dapat meraup keuntungan ekonomi melalui penyatuan pengungsi asing ke dalam susunan budaya dan ekonomi lokal.

Apurva Sanghi, Kepala Ahli Ekonomi Bank Dunia dalam laporan tersebut, mendesak pemerintah agar memanfaatkan ketrampilan dan bakat para pengungsi dari negara tetangga, demi mendorong pertumbuhan ekonomi, kestabilan dan perdamaian.

"Kehadiran pengungsi di Kenya telah menjadi berkah buat ekonomi-makro sebagaimana terbukti melalui permintaan yang lebih tinggi akan barang dan layanan dan penyediaan tenaga kerja trampil," kata Sanghi, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat (10/2).

Bank Dunia dan Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) bekerjasama dalam studi itu.

Kenya adalah negara kedua penampung terbesar di Afrika setelah Ethiopia.Negara tersebut menjadi tempat tinggal buat sebanyak 700.000 pengungsi dari negara tetangganya yang dilanda pergolakan.

Kamp pengungsi terbesar kedua di Kenya, Kakuma, memiliki dampak positif pada sektor penting ekonomi seperti pertanian, perikanan dan perdagangan eceran di Kabupaten Turkana, tempat kamp tersebut berada.

Kehadiran pengungsi di Kabupaten Turkana, yang setengah tandus dan berkembang, mendorong seluruh penciptaan lapangan kerja dan penghasilan masing-masing sebanyak 3,4 persen dan tiga persen.

Selain itu, pengungsi meningkatkan konsumsi bahan pokok lokal dan produk susu sebanyak 35 persen, hingga memperluas dasar penghasilan dari petani kecil dan peternak.(*)

 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kemarau Panjang di Kenya Perparah Konflik Antara Manusia dan Hewan

Selanjutnya

Tentara Cina pulang kampung setelah 54 tahun terjebak di India

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe