PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Longsor sejak Desember, warga gotong royong buka jalan di Tolikara
  • Minggu, 12 Februari 2017 — 13:25
  • 653x views

Longsor sejak Desember, warga gotong royong buka jalan di Tolikara

"Kira-kira sudah dua bulan ini kami sangat susah, kita sudah koordinasi dengan pemerintah tapi masih rusak. Tapi kita perlu ke kota jadi masyarakat sama-sama kerja untuk beli keperluan di kota," kata Jimu Wenda.
Masyarakat dari Distrik Geya dan Goyage bekerja sama memindahkan longsor yang memutus akses jalan empat distrik di Tolikara, selama dua hari. Foto diambil pada Senin (6/2). - Jubi/Dok Nay Yigibalom
Yuliana Lantipo
yuliana_lantipo@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Karubaga, Jubi - Setelah satu bulan lebih terputus, masyarakat Distrik Geya dan Goyage, Kabupaten Tolikara, secara swadaya memperbaiki jalan raya yang terputus akibat longsor pada akhir Desember 2016, pada awal pekan ini.

Jalan yang menghubungkan empat distrik: Geya, Goyage, Air Garam, dan Bewaki, itu terputus sepanjang 30 meter. Akibatnya, jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.

Nay Yigibalom, wartawan setempat, kepada Jubi melaporkan belum pernah ada perbaikan sejak terputus akhir tahun lalu. Menurutnya, longsor itu disebabkan tingginya curah hujan pada saat itu.
 
"Kepala suku dari dua distrik itu yang menginisiasi bersama masyarkat kerja angkat longsor untuk buka jalan yang sudah tertimbun longsor itu. Selain buka akses ke kota, ini juga untuk bantu kerja distribusi logistik untuk Pilkada yang sisa empat hari ini," kata Nay saat melaporkan kepada Jubi, Minggu (12/2/2017).
 
Melalui pesan terpisah, Kepala Suku dari distrik Geya, Jimu Wenda, mengaku telah menginformasikan kondisi jalan itu kepada pemerintah daerah, yang sedang dipimpin Penjabat Bupati Tolikara Besem Gombo, namun tak kunjung mendapat tanggapan.

"Kira-kira sudah dua bulan ini kami sangat susah, kita sudah koordinasi dengan pemerintah tapi masih rusak. Tapi kita perlu ke kota jadi masyarakat sama-sama kerja untuk beli keperluan di kota," kata Jimu Wenda.
 
Sementara itu, Evangelish Yumiles Yikwa mengatakan longsor itu yang keempat kalinya selama akhir tahun lalu. Ia menjelaskan, tidak ada jalan alternatif lain untuk ke kota.

"Dari longsor pertama sampai yang terakhir itu kita kerja gotong royong terus. Jadi, sekarang kita minta pemerintah bantu perhatikan jalan ini karena kita tidak ada lain ke kota," pintanya.
 
Kepala Distrik Goyage, Alenas Yigibalom, mengapresiasi kerja warganya. "Sangat apresiasi dan salut kepada rakyat kami sebab kerusakan jalan 30 meter yang sangat sulit dan musti pakai alat berat tapi masyarakat bisa selesaikan dalam dua hari, terima kasih," ucapnya.

Kendala distribusi logistik

Terpisah, Ketua KPUD Tolikara Hosea Genongga, mengatakan pihaknya telah memantau beberapa tempat yang terjadi longsor dan jembatan putus. Kondisi itu menjadi kendala besar bagi timnya untuk menyalurkan logistik Pilkada, yang sisa empat hari lagi.

"Dalam waktu dekat, kami berencana menyampaikan masalah itu kepada Plt Bupati Tolikara (Besem Gombo) untuk perbaikan cepat, karena beberapa kampung itu hanya bisa dilalui dengan jalan darat," ucapnya kepada Jubi. (*)

Sebelumnya

H-5, jembatan Toli putus, KPUD terkenda distribsi logistik Pilkada

Selanjutnya

Pemkab Jayawijaya akan bangun sekolah berpola asrama

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua