close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pengadilan Marianas akan gelar dengar pendapat kasus rencana Militer AS
  • Senin, 13 Februari 2017 — 08:50
  • 866x views

Pengadilan Marianas akan gelar dengar pendapat kasus rencana Militer AS

“Menggunakan pulau kami untuk arena penembakan itu tidak pernah didiskusikan, dan mereka sudah pasti tidak akan pernah menyetujuinya,” ungkap Fleming.
Pulau Pagan Persemakmuran Kepulauan Northern Marianas - Peter J. Perez
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Sebuah pengadilan di Northern Marianas memutuskan akan melakukan tinjauan atas pengajuan pemerintah AS untuk membatalkan tuntutan hukum terhadap rencana militer di teritori itu.

Empat kelompok menuntut Pentagon atas rencana Angkatan Laut merelokasi Marinir AS dari Jepang ke Guam dan melakukan latihan perang di dua pulau milik Kepulauan Northern Marianas.

Kelompok-kelompok yang mengajukan tuntutan hukum tersebut, Tiniana Women's Association, Guardians of Gani, PaganWatch, dan the Centre for Biological Diversity, mengatakan departmen pertahanan telah melanggar UU Kebijakan LIngkungan Nasional dan UU Prosedur Administratif.

Jumat (10/2) lalu, hakim di Pengadilan Distrik AS untuk Northern Marianas menetapkan penyelenggaraan konferensi status untuk kasus tersebut, 6 April 2017 mendatang.

Tahun lalu, Deborah Fleming, dari Tinian Women's Association, salah satu lembaga yang paling depan menentang rencana Angkatan Laut AS itu mengatakan ketika dua pertiga wilayah Tinian disewa oleh militer AS di tahun 1970-an, para tetua pulau itu diberikan gambaran pemanfaatan lokasi yang sangat bertolak belakang dari yang saat ini digunakan AS.

“Menggunakan pulau kami untuk arena penembakan itu tidak pernah didiskusikan, dan mereka sudah pasti tidak akan pernah menyetujuinya,” ungkap Fleming.

“Karena orang-orang tua kami selamat dari Perang Dunia II, dan mereka khawatir atas kerusakan akibat bom dan senjata-senjata pemusnah massal yang mungkin akan dialamai pulau kami dan kekayaan alamnya.”

Pasukan militer AS berencana menggunakan pulau Tinian dan Pagan di Kepulauan Mariana untuk tempat latihan perang bagi unit-unit kapal marinir lengkap dengan peralatan tempur di perairan dekat Guam.

Pejabat berwenang Marianas dan para penduduk sejak awal menolak rencana itu, dan telah mengajukan keberatan mereka dalam berbagai konsultasi dengan otoritas AS.(*)

loading...

Sebelumnya

John Jones, mantan Pengawas Pantai PD II yang ditinggalkan di Kiribati itu tutup usia

Selanjutnya

Roger Malapa, Ilmuwan agrikultur Vanuatu wafat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4890x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4201x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2961x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2419x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe