Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Persipura itu rajanya liga, bukan turnamen
  • Senin, 13 Februari 2017 — 12:38
  • 1751x views

Persipura itu rajanya liga, bukan turnamen

"Bagi saya tidak ada kiamat dalam suatu kekalahan seperti melawan Persegres. Bahkan tim yang menang pun belum tentu itu juara. Persipura selalu tampil unik dan beda, kadang kalah dari tim lemah tapi menang dari tim besar," kata Daniel Womsiwor kepada Jubi Minggu (12/2/2017).
Pemain Persipura saat berlatih di Stadion Mandala - Jubi/Jean Bisay
Andreas Weleurat
andreasweleurat@gmail.com
Editor : Jean Bisay

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Persipura Jayapura sangat sulit meraih hasil terbaik saat tampil di turnamen, dikarenakan banyak faktor seperti persiapan yang min dan kurang maksimal, akibatnya Persipura dikalahkan tim papan bawah.

Keikutsertaan di Piala Presiden 2017, Persipura yang berada di grup 1 bersama PSS Sleman, Persegres Gresik United dan Mitra Kukar. Grup ini Persipura diprediksi melenggang mulus dan sangat disegani.

Justru sebaliknya Mutiara Hitam harus menerima kenyataan ditahan imbang PSS Sleman dan kalah 1-2 dari tim Persegres.

Ketua Perhimpunan Ahli Ilmu Faal Olahraga Indonesia (PAIFORI) Papua, Daniel Womsiwor mengatakan rakyat Indonesia telah melihat Persipura takluk dari tim kecil seperti Persegres.

"Bagi saya tidak ada kiamat dalam suatu kekalahan seperti melawan Persegres. Bahkan tim yang menang pun belum tentu itu juara. Persipura selalu tampil unik dan beda, kadang kalah dari tim lemah tapi menang dari tim besar," kata Daniel Womsiwor kepada Jubi Minggu (12/2/2017).

Daniel bilang data dan fakta inilah yang menjadi dasar dirinya tegaskan mengapa tidak ada kiamat dalam kekalahan kemarin.

"Satu hal lagi, kalau bicara turnamen, Persipura lebih kesulitan karena terkesan ajang pemanasan. Memang benar Persipura adalah rajanya atau spesialis liga (bukan tournamen), namun kita akan lihat di-laga terakhir lawan Mitra Kukar," bebernya.

Womsiwor menambahkan, jika tradisi tampil buruk saat lawan tim lemah, dan menang atas tim kuat terjadi, maka hasil positif nan gemilang akan tersaji di laga terakhir melawan Mitra Kukar.

"Jika fakta ini diyakini oleh publik sepakbola Papua maka,  tiada yang mustahil kalau sebuah jarum ada lubang pasti benang kusut bisa masuk. Artinya sekecil apapun peluang lolos bisa dimanfaatkan," katanya berfilosofi.

Terpisah pelatih Persipura Angel Alfredo Vera mengatakan menghadapai Mitra Kukar, dirinya akan mengubah komposisi pemain. Lini depan, dirinya berencana menurunkan Yan Piet Nasadit menggantikan Marinus Manewar dan memainkan Edward Wilson sejak menit awal.

"Wilson Junior akan kita pasang main lebih awal. Sebab kita membutuhkan kemenangan. Saya pikir tidak ada kata menyerah untuk pemain Persipura. Mereka harus tampil lebih baik lagi karena peluang masih ada. Asalkan mereka bisa menang atas Mitra Kukar," kata Alfredo Vera menggaransi.

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Persipura kalah karena terlalu percaya diri

Selanjutnya

Betah di Timor Leste, tiga pemain Papua perpanjang kontrak di Cacusan FC

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe