Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Tak ada Inpres, klaim pembangunan infrastruktur Papua oleh Pemerintah Jokowi dipertanyakan
  • Senin, 13 Februari 2017 — 15:17
  • 2646x views

Tak ada Inpres, klaim pembangunan infrastruktur Papua oleh Pemerintah Jokowi dipertanyakan

Sejauh ini, menurut Pigay tidak ada ruas jalan baru yang dibangun kecuali ruas jalan Wamena-Nduga yang dibangun oleh anggota TNI. Hampir semua jalan Trans Papua rusak parah di zaman Pemerintahan Jokowi.
Ilustrasi rencana pembangunan jalan lintas Papua - Dok. Jubi
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Paniai, Jubi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak pernah mengeluarkan instruksi Presiden (Inpres) sebagai landasan pembangunan insfrastruktur di Papua, berbeda dan kontras dengan Pemerintah sebelumnya yang ada grand design infrastruktur jalan di Papua secara serius dilakukan oleh Pemeintah melalui instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2007 tentang percepatan Pembangunan Infrastruktur Papua.

Bahkan dalam RPJM 2010-2014 Pemerintah secara jelas membangun grand design dalam rangka mengatasi permasalahan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Pemerintah Pusat membangun 11 ruas jalan strategis dan prioritas Provinsi Papua 2010-2014. Yaitu tujuh ruas jalan strategis dan empat ruas jalan prioritas.

Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai menegaskan, Pemerintahan Jokowi telah membohongi masyarakat Papua melalui salah satu surat kabar terbesar di Indonesia, pada 10/2/2017 yang memberitakan tentang keberhasilan insfrastruktur jalan dan jembatan dengan judul "Jalan Trans Papua, Menembus Gunung dan Membela Bukit". Pasalnya cukup mengagetkan berbagai pihak, termasuk rakyat Papua karena selain judulnya sangat bombastis juga seakan-akan semuanya adalah benar.

"Saya ingin sampaikan, selama kepemimpinan Presiden Jokowi, saya tidak pernah mengetahui rancangbangun Insfrastruktur jalan dan jembatan di Papua 2015-2019. Saya meminta tunjukkan barang buktinya mana dan berapa kilometer ruas jalan prioritas dan mana ruas jalan strategis untuk konektivitas antar kota/kabupaten, provinsi dan jalan nasional selama 2015-2019? Kami persilakan antar ke Komnas HAM RI, kami menunggu dalam minggu ini untuk menujukkan validitas dan keakuratan data dan anggaran," kata Natalius Pigai kepada Jubi per selular, Senin, (13/2/2017).

Sejauh ini, menurut Pigay tidak ada ruas jalan baru yang dibangun kecuali ruas jalan Wamena-Nduga yang dibangun oleh anggota TNI. Hampir semua jalan Trans Papua rusak parah di zaman Pemerintahan Jokowi.

"Jika Merauke-Boven Digoel sebelum Jokowi memimpin hanya ditempuh sehari jalan darat sekarang berhari-hari atau bahkan hampir seminggu," katanya.

Dijelaskan, pemerintah hanya membangun 231,27 kilometer ruas jalan. Itupun hanya menghubungkan Wamena-Nduga. Karena grand design pembangunan insfrastruktur Papua belum pernah diumumkan.

"Rakyat bertanya kepada saya, beberapa isu negatif yang ditujukan pada proyek insfrastruktur di Papua yang katanya mencapai anggaran Trilyunan Rupiah," ujar Pigay.

Ia juga menyebutkan jika kontraktor utama yang bekerja di ruas jalan ini belum pernah ada putra Papua asli. Kontraktor utama semuanya berasal dari luar Papua. Mereka ini yang mengelola ratusan miliar rupiah.

"Semua uang lari keluar Papua. Bukankah kami juga warga negara yang bisa bekerja dengan nilai proyek yg besar? Kami orang asli Papua untuk menjadi sub kontraktor saja susah," kata dia.

Ia mempertanyakan, mengapa proyek insfrastruktur di Papua selalu bermasalah hukum "korupsi" baik oleh para politisi di Senayan maupun para pejabat di kementerian teknis.

Lanjut Pigay, pembangunan 11 ruas jalan strategis dan prioritas dananya sebesar Rp. 9,78 Triliun. Pembangunan tujuh ruas jalan strategis itu adalah Nabire, Waghete dan Enarotali (262 km), Jayapura, Wamena dan Mulia (733 km), Timika, Mapuru Jaya dan Pomako (39,6 km), Serui, Menawi dan Saubeba (499km), Jayapura ke Sarmi (364 km), Jayapura, Holtekam batas PNG (53 km), Merauke Waropko (557 km), dengan total 2.056 km.

"Empat ruas jalan prioritas Provinsi Papua sepanjang 361 km, yakni Depapre-Bongrang, Wamena-Timika-Enarotali, dan Ring Road Jayapura," katanya.

Di Provinsi Papua Barat empat ruas jalan yang dibangun adalah ruas jalan yang menghubungkan Sorong-Makbon-Mega sepanjang (88 km), Sorong-klamono-Ayamaru-Kebar-Manokwari (606,17), Manokwari-Maruni -Bintuni (217,15), Fak-Fak-Hurimbe, Bomberai (139,24).

"Sebagai komisioner Komnas HAM, mau tanya mana pengembangan insfrastruktur strategis dan prioritas Jokowi 2015-2019 di Papua, mungkin juga di Indonesia? Kami dan rakyat Indonesia mempunyai hak untuk mengetahui yang dijamin UU Nasional. Jangan hanya mengeluarkan sepenggal catatan untuk sekedar pencitraan bahwa Pemerintah metamorfosis Papua dengan konektivitas infrastruktur darat, laut dan udara seperti di Pulau Jawa dan Sumatera. Hingga saat ini 99% Pulau Papua masih daerah tertutup dan daerah terabaikan," jelas dia.

Sebelumnya, beberapa media masional mengutip pernyataan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto yang mengatakan, Pemerintah memastikan sektor infrastruktur konektivitas di Indonesia bagian timur terutama Papua menjadi prioritas. Hal itu dibuktikan dengan proporsi anggaran lebih besar yang diberikan pada 2017 ini.

Ia mengatakan, untuk tahun 2017 khusus di Papua, Ditjen Bina Marga mengalokasikan dana lebih dari Rp 2 triliun, dan porsinya akan terus seperti itu hingga 2019 mendatang.

"Saya nggak hafal berapa angka pastinya. Tetapi sekarang proporsinya khusus ke-bina marga-an antara Indonesia Barat dan Timur, kebanyakan di Indonesia Timur, yakni 60 persen berbanding 40 persen," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Penasehat Politik PIF pantau Pilkada di Papua dan Papua Barat

Selanjutnya

Komite I cek kesiapan Pilkada Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe