Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Begini cara mereka menjadi pemilih siluman di Kota Jayapura
  • Selasa, 14 Februari 2017 — 08:06
  • 699x views

Begini cara mereka menjadi pemilih siluman di Kota Jayapura

Menurut Erdy pada pemilihan legislatif tahun lalu pihaknya tinggal di asrama dan salah seorang tim sukses datang membawa mobil dan semua mahasiswa dari asrama semua ikut dan mencoblos beberapa tempat lalu mendapat imbalan.
Ilustrasi Pilkada - Dok. Jubi
David Sobolim
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Tidak banyak yang tahu tentang cara bagaimana mencoblos dari satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) ke TPS lain. Namun ada para pemilih yang pernah tinggal di asrama atau gubuk, telah merasakan hal itu dalam pemilihan legislatif maupun eksekutif di KOta Jayapura.

Salah satunya penghuni asrama (A) yang berada di Waena, Abraham mengisahkan pengalaman saat bergerilya untuk mengumpulkan massa lalu mencoblos salah satu kandidat. Bagi dia  itu bukan hal baru dan hal biasa. "Namun tahun ini berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya karena tahun ini memakai kartu tanda penduduk elektronik (E_ KTP)," kata dia kepada Jubi, Senin (13/2/2017 ) di Jayapura

Menurut dia untuk saat ini mereka belum mendapat surat undangan dari RT  setempat  belum juga masuk di asrama mungkin hari H pagi baru masuk. "Dan biasanya sebelum malam hari pelaksanaan baru bisa kasih surat undangan," kata dia

Lebih parah lagi kata dia sosialisasi untuk Pemilihan di asrama-asrama juga belum dilakukan. "Karena belum sosialisasi kami tinggal tunggu siapa yang datang bawa surat undangan tinggal kami ikut kata salah seorang penghuni asrama Erdy di waena,"katanya.

Menurut Erdy pada pemilihan legislatif tahun lalu pihaknya tinggal di asrama dan salah seorang tim sukses datang membawa mobil dan semua mahasiswa dari asrama semua ikut dan mencoblos beberapa tempat lalu mendapat  imbalan.

Menurut dia pengalaman kemarin itu, biasanya malam baru ada surat undangan untuk memilih salah satu calon. "Jadi kami disini tinggal satu asrama dan satu komando jika satu yang datang kami akan berikan hak kami asalkan dia bisa melihat kami," kata dia

Untuk tahun ini kata dia sampai sekarang belum ada undangan dari RT setempat. "Teman-teman saya yang ada di gubuk sebelah juga belum ada mungkin nama kami belum terdaftar atau belum juga kami belum tahu," sambungnya

Beberapa asrama yang di kunjungi Jubi juga tidak mendapat surat undangan di asrama. Menanggapi pertanyaan Jubi soal mengapa tidak adanya undangan mereka menjawab sosialisasi maupun  undangan belum  ada. "Mungkin tanggal 14 malam atau 15 pagi itu undangan masuk di asrama dan mobil dari kota maupun kota jayapura akan masuk," katanya.

Sementara itu pekan lalu di Sentani, Panitia Pengawas (Panwas) dan puluhan masyarakat Kabupaten Jayapura di Lapangan Theis Eluay, Sentani melakukan konvoi gerakan tolak serangan fajar.

Ketua Panwas Kabupaten Jayapura, Ronal Manoach kepada wartawan disela-sela konvoi mengungkapkan, dalam kegiatan itu akan ada pembagian brosur ke masyarakat supaya masyarakat tahu bahwa, sanksi serangan fajar itu adalah bagi penerima dan pemberi akan dikenakan sanksi juga.

 “Jangan sampai masyarakat tak tahu lantas terlibat money politik atau serangan fajar ini dan akhirnya terkena sangsi hukum. Itukan yang rugi masyarakat sendiri,” katanya.

Ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoy  mengatakan soal suara siluman akan terbentur dengan formulir C6 yang by name.

"Jika ada suara siluaman itu akan terbentur dengan C6 yang by name jadi susah. Apabila ada mobilisasai nanti bisa ketahuan," kata Adam Arisoi.

Seandainya ada orang yang bersomisili di distrik Heram yang mau melakukan pencoblosan di Distrik Abepura susah karena orang itu akan datang menggunakan C6 yang by Name.

Semua surat suara itu sudah tercetak rapih semua. Tidak tertulis tangan. Apabila nomor urut dua di C6 makan di nomor urutnya dua.

"Apabila ada ketahuan berbeda kita akan meminta KTP untuk membuktikannya. Kalau kita buktikan lalu kalau itu bukan orangnya berarti kita suruh orangnya pulang karena tidak sesuai dengan balangko C6," tegasnya.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Banyak pungli lebih besar daripada kasus Heram

Selanjutnya

Dapat undangan memilih, anak 9 tahun ini datang ke TPS dan ingin mencoblos

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe