PapuaMart
close
Banner iklan disini
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Kepolisian diminta periksa penanggungjawab pasar malam
  • Selasa, 14 Februari 2017 — 08:28
  • 345x views

Kepolisian diminta periksa penanggungjawab pasar malam

“Apa yang disampaikan dua tokoh agama baik dari Katolik maupun Islam, sudah sangat tepat. Jadi, tak ada istilah perjudian ‘dipelihara’ karena dampaknya sangat besar,” tegasnya.
Kegiatan perjudian di seputaran Jalan Seringgu yang sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir - Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Merauke, Jubi - Setelah dua tokoh agama bersuara keras menentang adanya perjudian di lokasi pasar malam, kini pernyataan tegas disampaikan lagi oleh salah seorang intelekual Marind, Harry Ndiken.

“Saya minta Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Taufiq Irpan Awaluddin memanggil penanggungjawab pasar malam, karena ternyata di dalam ajang pasar malam, ada permainan uang sedang dilakukan. Ini tidak boleh dibiarkan dan disepelehkan,” pinta Harry Ndiken saat ditemui Jubi Senin (13/2/2017).

Dijelaskannya, dalam ajaran agama, perjudian dilarang keras. “Apa yang disampaikan dua tokoh agama baik dari Katolik maupun Islam, sudah sangat tepat. Jadi, tak ada istilah perjudian ‘dipelihara’ karena dampaknya sangat besar,” tegasnya.

Lebih lanjut Harry mengatakan, dampak dari perjudian akan merugikan keluarga. Harry meminta, Polres Merauke harus cepat mengambil langkah tegas memeriksa penanggungjawab pasar malam. Sekaligus menutup permainan judi yang sedang berlangsung.

“Kalau ada permainan anak-anak di dalam, silahkan tetap dilanjutkan sebagaimana biasa. Karena merupakan hiburan bagi keluarga juga,” saran dia.

Ditambahkan, kepolisian harus ikut bertanggungjawab, karena mengeluarkan izin untuk diselenggarakannya kegiatan pasar malam.
Tokoh Agama Katolik, Pastor Anselmus Amo, MSC menegaskan, jika Kapolres Merauke, AKBP Taufiq Irpan Awaluddin tak mengambil langkah tegas, sebaiknya pindah dari sini.

“Judi itu penyakit masyarakat yang harus dibasmi dan tidak boleh ‘dipelihara’. Ajaran agama melarang dengan tegas adanya kegiatan perjudian dilakukan,” ungkapnya.

Wakapolres Merauke, Kompol Marthen Asmuruf mengatakan, sesuai pantauannya di lokasi pasar malam, tak ada perjudian. Bahkan, masyarakat tak membuat pengaduan lantaran dirugikan.

“Ya, kalau ada warga merasa dirugikan dengan adanya permainan yang dilakukan di pasar malam, kita akan mengambil langkah tegas menutup kegiatan tersebut,” katanya. (*)

Sebelumnya

Tokoh agama Islam sesalkan perjudian di pasar malam

Selanjutnya

DPRD Merauke tolak perjudian di pasar malam

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua