PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Demam PON, Rp3,6 triliun investasi masuk ke Kota Jayapura
  • Selasa, 14 Februari 2017 — 12:23
  • 539x views

Demam PON, Rp3,6 triliun investasi masuk ke Kota Jayapura

“Data ini berasal dari SIUP-PM dan SIUP-PB yang masuk pada 2016 dan kebanyakan berasal dari perhotelan, mall, kontraktor, dan PT serta CV, selain itu investasi dari perusahaan telekomunikasi juga memberikan pengaruh dalam investasi di Kota Jayapura,” katanya, Selasa (14/2/2017).
Pelayanan perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu - Jubi/ Sindung
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Investor makin melirik Kota Jayapura. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kota Jayapura mencatat pada 2016 kurang lebih Rp3,659 triliun investasi masuk ke Kota Jayapura.
 
Kepala DPMPPTSP Kota Jayapura Johanis Wemben mengatakan, peningkatan investasi disebabkan demam menyambut PON 2020.
 
“Data ini berasal dari SIUP-PM dan SIUP-PB yang masuk pada 2016 dan kebanyakan berasal dari perhotelan, mall, kontraktor, dan PT serta CV, selain itu investasi dari perusahaan telekomunikasi juga memberikan pengaruh dalam investasi di Kota Jayapura,” katanya, Selasa (14/2/2017).
 
Ia berharap 2017 ini investasi bisa bertambah. Target investasi masih diupayakan tumbuh sejalan dengan makin banyak investor yang hadir di Kota Jayapura. Wemben berharap infrastruktur terus berkembang.
 
Sementara itu, Dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional  (KEKR) Triwulan III Provinsi Papua, Bank Indonesia menyebutkan nilai komponen investasi Papua pada triwulan III 2016 tercatat sebesar 5,14% (yoy). Sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,75% (yoy).
 
Sejalan dengan pertumbuhan komponen Investasi yang melambat, impor barang modal pada triwulan III 2016 terkontraksi 15,87 % (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,19 % (yoy).
 
Sementara perbankan di Papua pada triwulan III 2016 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penyaluran kredit konsumsi tumbuh 1,23% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (-0,70%, yoy).
 
Asesmen melihat bahwa kinerja investasi di Papua tidak terlepas dari pengaruh dominasi dan ketergantungan perekonomian Papua yang tinggi terhadap sektor Pertambangan dan Penggalian.
 
Ketergantungan atas sektor Pertambangan dan Penggalian yang tinggi menyebabkan investasi juga ditentukan oleh prospek jangka panjang sektor tersebut. (*)

Sebelumnya

TPID Papua kompilasi sejumlah program untuk kendalikan inflasi

Selanjutnya

Ombudsman minta klarifikasi Disperindagkop soal Pasar Entrop

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua