PapuaMart
close
Banner iklan disini
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Pemkab Jayawijaya akan bangun sekolah berpola asrama
  • Selasa, 14 Februari 2017 — 20:13
  • 506x views

Pemkab Jayawijaya akan bangun sekolah berpola asrama

Ia mengakui Jayawijaya belum memiliki sekolah dengan pola asrama, namun, perhatian pada sektor pendidikan telah ada. Hal itu terlihat dari upaya pemerintah bekerjasama dengan pemerintah tingkat provinsi untuk membangun sekolah berpola asrama, katanya.
Potret dunia pendidikan di Kabupaten Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Wamena, Jubi – Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua menjelaskan, pemerintah daerah cukup konsen dengan pengembangan dunia pendidikan, baik peningkatan mutu pendidikan melalui tenaga pengajar dan sarana pembelajaran yakni uang beasiswa dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

Diakuinya, pemerintah daerah terus berupaya melakukan peningkatan mutu pendidikan bagi Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Akhir, dengan bekerja sama dengan pemerintah provinsi Papua untuk membuka satu sekolah berpola asrama di wilayah Lapago yang direncanakan akan dibangun di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya.

“Tahun lalu bersama dinas pendidikan provinsi Papua kami telah melihat langsung lokasi pembangunan sekolah berpola asrama itu di Napua, kalau tidak salah di ABPD 2017 sehingga kami berharap mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi pembangunan sekolah berpola asrama untuk wilayah lapago yang dibuat di Jayawijaya,” ungkap Banua di kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (14/2/2017).

Ia mengakui Jayawijaya belum memiliki sekolah dengan pola asrama, namun, perhatian pada sektor pendidikan telah ada. Hal itu terlihat dari upaya pemerintah bekerjasama dengan pemerintah tingkat provinsi untuk membangun sekolah berpola asrama, katanya.

Para wakil rakyat menilai pemerintah daerah Jayawijaya saat ini tidak peka pada kebutuhan pendidikan anak-anak setempat, khususnya orang asli Lembah Baliem yang sangat terbatas dalam sarana dan fasilitas penunjangnya.

Bentuk ketidakpekaan tersebut, salah satunya adalah dengan penolakan usulan para wakil-wakil masyarakat dari komisi C yang membidangi kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sudah ajukan selama dua tahun ini kepada pemerintah daerah untuk bangun sekolah berpola asrama, tapi itu tidak pernah didengar, ditolak terus,” kata Welina Logo, anggota komisi C DPRD Jayawijaya kepada Jubi.

Welina Logo berpendapat, model sekolah dengan pola asrama, cocok diterapkan di kota dingin tersebut. Menurutnya, model sekolah asrama dapat membantu masyarakat khususnya orang asli yang terbatas pada sarana dan fasilitas belajar, seperti perlengkapan belajar, penerangan, tenaga pengajar, serta lingkungan.

Kemudian, latar belakang ekonomi-sosial dan budaya turut menjadi indikator yang harus diperhatikan pemerintah dalam upaya memajukan pendidikan bagi orang asli, menurut Welina, yang merupakan satu-satunya perwakilan perempuan asli lembah Baliem tersebut.

“Kalau ada sekolah asrama, yang mewajibkan anak-anak itu nantinya tinggal dan belajar dalam lingkungan asrama, kita harapkan bisa berikan waktu dan sarana belajar yang baik bagi mereka. Pemerintah perlu biayai itu…misalnya, untuk kelas 1-3 SD biar di kampung dekat dengan keluarga, tapi mulai kelas 4-6 SD dan sampai SMA wajib masuk asrama dan belajar,” urai Welina. (*)

Sebelumnya

Longsor sejak Desember, warga gotong royong buka jalan di Tolikara

Selanjutnya

85 badan usaha di Jayawijaya telah terdaftar dalam JKN KIS

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua