close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Ayahnya berjasa, anak ini dapat penghargaan dari Timpas Dekenat Paniai
  • Selasa, 14 Februari 2017 — 20:16
  • 2766x views

Ayahnya berjasa, anak ini dapat penghargaan dari Timpas Dekenat Paniai

“Penghargaan ini kami berikan kepada anak Carlo (sebutan Carlo Delviero Gaiyopitaka Mote), karena bapaknya Almarhum Manfred Mote sudah berjasa bagi kita. Entah dalam agama dan budaya, terutama dalam penyelenggaraan Muspas ini,” kata Vikjen Keuskupan Timika, P. Marten Ekowaibi Kuayo, Pr, Selasa (14/1/2017).
Carlo Mote ketika menerima penghargaan dari Timpas Dekenat Paniai di Madi – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Yuliana Lantipo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Paniai, Jubi – Tim Pastoran (Timpas) Dekenat Paniai, Keuskupan Timika bersama panitia pelaksana Musyawarah Pastoral (Muspas) Mee V memberikan penghargaan kepada seorang anak 10 tahun, bernama Carlo Delviero Gaiyopitaka Mote berupa Rosario yang dibuat dari tumbuhan ‘Yaadau’, rekomendasi dan keputusan Muspasmee V serta laporan kegiatan Muspasmee V.

Ia diberikan penghargaan itu pada misa rekonsiliasi Muspasmee V di Madi, Minggu, (12/2/2017) dihadapan ribuan umat suku Mee dan Migani dari agama Katolik, Kingmi maupun Bunani (agama adat) lantaran ayahnya, Alm. Manfred Ch. Mote merupakan sosok pencetus dan pemikir awal atas bergilirinya musyawarah bernuansa agama dan budaya itu dengan dilahirkannya program Odaa Owaada (hidupkan pekarangan rumah dengan tradisi leluhur) bagi suku Mee dan Migani ini.

“Penghargaan ini kami berikan kepada anak Carlo (sebutan Carlo Delviero Gaiyopitaka Mote), karena bapaknya Almarhum Manfred Mote sudah berjasa bagi kita. Entah dalam agama dan budaya, terutama dalam penyelenggaraan Muspas ini,” kata Vikjen Keuskupan Timika, P. Marten Ekowaibi Kuayo, Pr, Selasa (14/1/2017).

Sesaat Carlo tiba di depan altar (persis dihadapan 12 imam Katolik), para umat yang mengenakan busana adat (koteka dan moge) ini menjadi terharu. Sehingga, sontak saja mereka mengeluarkan air mata mengingat sukma seorang Manfred yang bergaya sederhana itu.

“Selain kami berikan kepada delapan paroki, dua quasi dan dua pemerintah daerah Paniai dan Deiyai, kami kasih ini kepada anak Carlo. Karena selain berjasa dari ayahmu, juga karena anak Carlo sudah bersama kami selama Muspas ini berlangsung. Sehingga, kami benar-benar rasakan kehadiran Manfred di tengah kami,” lanjut Kuayo seraya menambahkan Manfred ialah rasul Owaada di taman Firdaus.

Anggota Timpas Dekenat Paniai, P. Sebast Maipaiwiyai yang menyerahkan penghargaan itu meminta kepada Carlo agar menyimpannya dengan baik agar kelak bisa menggantikan sang ayah.

Carlo yang dimintai keterangan hanya tertunduk menangis dan tak ingin berkata-kata, hanya ucapan, “terimakasih saja untuk bapa pater Dekan dan timpas,” ujarnya singkat. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkab Paniai biayai 46 mahasiswa kedokteran

Selanjutnya

Pilkada Dogiyai aman, enam distrik akan antar surat suara sore ini

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4948x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4329x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4049x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2525x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2478x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe