PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Bupati Jayapura tidak dapat undangan untuk mencoblos
  • Rabu, 15 Februari 2017 — 14:19
  • 487x views

Bupati Jayapura tidak dapat undangan untuk mencoblos

“Persoalan DPT ini memang sudah dibicarakan berulangkali dengan pihak KPU dan Panwas, hasilnya sangat luar biasa bahwa DPT kita sangat kacau karena pada masa pemutakhiran data pemilih tidak dilakukan secara maksimal,” jelas kata Awoitauw di Sentani, Rabu (15/2/2017).
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw saat memberikan hak pilihnya di TPS 23, Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura Mathius Awoitauw yang juga salon bupati petahana ternyata tidak mendapatkan surat undangan mencoblos  atau formulir C-6. Namun demikian, Awoitauw tetap dapat menyalurkan hak pilihnya seperti masyarakat yang mendapatkan surat undangan. Nama Awoitauw pun terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 23, Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani.

Mathius Awoitauw usai menggunakan hak suaranya bersama keluarga mengatakan dirinya disarankan menggunakan E-KTP untuk mencoblos karena tidak mendapatkan undangan.

“Persoalan DPT ini memang sudah dibicarakan berulangkali dengan pihak KPU dan Panwas, hasilnya sangat luar biasa bahwa DPT kita sangat kacau karena pada masa pemutakhiran data pemilih tidak dilakukan secara maksimal. Oleh sebab itu, pihak penyelenggara dan pengawas harus banyak membantu masyarakat untuk dapat menyalurkan aspirasi mereka dengan baik,” jelas kata Awoitauw di Sentani, Rabu (15/2/2017).

Ia bersyukur sebab proses pencoblosan berlangsung lancar dan terkendali dengan baik.

“Cuaca juga cukup bersahabat sehingga masyarakat juga bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik pula,” ujarnya.

Sementara itu, Kornelis Yanuaring Wakil Ketua II DPR Kabupaten Jayapura mempertanyakan kinerja penyelenggara yang tidak bekerja dengan baik terkait DPT yang amburadul.

“Data pemilih tetap harus semuanya sinkron. Artinya semua harus sama datanya, baik yang ada di capil, KPU, bahkan sampai ke pusat sehingga tidak terjadi kekacauan dalam DPT kita seperti saat ini,” kesalnya.

Ia sendiri mengaku harus memilih di tempêta lain, bukan di sekitar tempat tinggalnya.

“Anggaran yang besar ini digunakan untuk apa saja dalam tahapan pilkada oleh penyelenggara kita? Akhir dari kegiatan demokrasi ini kita akan melakukan evaluasi kinerja penyelenggara dan juga meminta pertanggung jawaban dari penggunaan anggaran negara,” ungkapnya. (*)

Sebelumnya

Pilkada di Sarmi berjalan lancar dan aman

Selanjutnya

Yanni nyoblos di Hinekombe, JM coblos di Kota Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua