Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Balai Karantina perketat pemeriksaan sapi masuk Papua
  • Rabu, 15 Februari 2017 — 19:39
  • 989x views

Balai Karantina perketat pemeriksaan sapi masuk Papua

"Jika penyakit antraks masuk ke Papua, bukan hanya uang, tapi butuh energi yang besar untuk mencegahnya, baik secara ekonomi maupun kesehatan masyarakat," katanya.
Ilustrasi - IST
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura perketat pemeriksaan terhadap masuknya sapi, kerbau dan kambing. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya penyakit anthrax ke Papua.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, L. M Mastari kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (15/2/2017) mengatakan penyakit antraks yang disebabkan bakteri Bacillus Anthracis tersebut bisa menyerang sejumlah bagian tubuh seperti kulit hingga selaput otak. Untuk itu harus dicegah sejak dini.

"Jika penyakit antraks masuk ke Papua, bukan hanya uang, tapi butuh energi yang besar untuk mencegahnya, baik secara ekonomi maupun kesehatan masyarakat," katanya.

Ia menekankan, upaya yang akan dilakukan saat ini adalah hewan yang hendak masuk ke Papua, sebelumnya harus dilakukan pemeriksaan di daerah asal, yakni pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.

Kemudian setelah tiba di Papua, pihaknya akan melakukan pemeriksaan yang sama seperti di daerah asal. Setelah itu tahun berikutnya dilakukan pengawasan ke lokasi-lokasi penyebaran sapi, kerbau dan kambing.

"Intinya upaya ini dilakukan untuk mencegah penyakit anthrax. Kami telah membentuk tim terpadu penanggulangan penyakit-penyakit zoonosis, termasuk anthrax," ujarnya.

Ia menambahkan, anthrax merupakan penyakit menular akut dan sangat mematikan yang disebabkan bakteri dalam bentuknya yang paling ganas.

"Antraks paling sering menyerang herbivora-herbivora liar dan yang telah dijinakkan. Penyakit ini bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia, namun tak dapat ditularkan antara sesama manusia," kata Mastari.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Karantina Hewan Provinsi Papua, Petrus Pasereng mengklaim wabah anthrax belum masuk ke Papua.

“Sapi sebagian besar dari sini dan daging (sapi-red) sedikit saja dari luar, itupun yang hasil import. Tetapi pastinya masuk ke Papua sudah melalui pemeriksaan yang sangat ketat," kata Petrus.

Ia meyakinkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan apapun mengenai adanya penyakit anthrax di Papua. (*)

loading...

Sebelumnya

Sekda Sarmi diminta wujudkan disiplin kerja

Selanjutnya

PAUD integrasi Papua terima bantuan fasilitas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe